Monday, November 25, 2013

wawancara psikiatri

autoanamnesis dan alloanamnesis.

tujuan wawancara :
1. mengumpulkan data riwayat masalah pasien
2. memeriksa keadaan mental pasien
3. menegakkan diagnosis
4. merencanakan terapi

I.SIKAP MEPERKENALKAN DIRI DAN MEMBINA HUBUNGAN BAIK DOKTER-PASIEN.
   syarat-syarat: - lingkungan nyaman (tidak bising, tidak ada bunyi telephone, orang lalu lalang,dll)
                        - sesuaikan bahasa dg pasien
    a. beri salam dan senyum : assalamualaikum, selamat pagi/siang/sore :) :)
    b. perkenalkan diri : sebutkan nama, bertugas di
    c. duduk berhadapan dan ada kontak mata
    d. tujuan wawancara
    f. bantu pasien agar merasa cukup nyaman memberikan informasi
    g. tanyakan keluhan pasien datang yang membawanya datang mencari pertolongan.

II. MENJADI PENDENGAR YANG BAIK
      ( beri pasien kesempatan bicara, kontak mata- rileks- sikap terbuka-
        hangat- empatik- memberi perhatian sepenuhnya- suara lembut- tidak memotong pembicaraan- tidak
        menghakimi- tidak memberi penilaian- mengaggukkan kepala dan mengatakan "ya, saya mengerti" )
   h. Bina saling percaya (hargai pasien, berempati, dan mengerti perasaannya)
       minta izin terlebih dahulu kepada pasien bila ingin bertanya kepada keluarga/suami/istri/anak.
   i.  Perhatikan komunikasi pasien verbal dan nonverbal
        komunikasi nonverbal : - ekspresi wajah: tatapan mata, kerut dahi, alis, hidung, dan kesesuaian antara
                                              sorot mata dan ekspresi wajah
                                            - suara : nada, intonasi, jeda kata, cara bicara
                                            - sikap tubuh : cara bersikap, gerakan tubuh, tangan dan kaki
                                            - reaksi fisiologis : wajah merah/pucat, berkeringat, napas tersengal, pupil mata
                                              melebar
                                            - penampilan: cara berpakaian, sikap dalam duduk dan berdiri.
   j. gunakan pertanyaan terbuka misal bagaimana keadaan dirumah sekarang bapak/ibu?
      dan pertanyaan tertutup dg jawaban ya atau tidak. misal: apakah bapak/ibu berpikir untuk bunuh diri? 
     pernahkah bapak/ibu berobat untuk keluhan ini?

 III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
       - onset, deviasi, dan perubahan gejala dari waktu ke waktu
      - stress pemicu : kehilangan, kematian, PHK. kehilangan uang/harta.
       - persepsi pasien tentang dirinya. atau persepsi orang lain tentang pasien (pasangan/orangtua)
       - gangguan dan pengobatan sebelumnya
       - kemampuan pasien (pekerjaan, sekolah, rumah)

1V. RIWAYAT PRIBADI
      - perkembangan
      - info tentang perkembangan usia dini (riwayat kehamilan, kelahiran) dr keluarga.
      - temperamen waktu kecil, kejadian penting dalam keluarga (kematian perpisahan,perceraian) yg dapat
        mempengaruhi temperamen ini
     - riwayat sekolah, teman, stabilitas keluarga (misal keluarga yg tidak nyaman, sering marah-
       marah, orangtua tua yg sering bertengkar), penelantaran atau penganiayaan, hubungan pasien dg
       orangtua, saudara kandung, dan teman merupakan parameter penting.

V. RIWAYAT SOSIAL
1. apakah pasien pendiam dan tidak berkawan atau mudah dan banyak kawan.
2. apakah ada perubahan kepribadian yang dirasakan oleh pasien atau diamati oleh keluarga atau teman.
    misal : dulu orang yg periang tiba tiba jadi pendiam. atau sebaliknya
3. status perkawinan dan taraf fungsi seksual sekarang
4. riwayat pekerjaan (sudah berapa kali pindah dan alasan pindah), masalah alkohol dan perilaku anti sosial.
5. riwayat berurusan dg aparat (masalah disiplin atau tindak kekerasan misal: pernah masuk penjara)

VI. RIWAYAT KELUARGA
a. riwayat penyakit genetik,sikap keluarga thd gg jiwa dan pengobatannya
b. riwayat masalah kesehatan jiwa pd anggota keluarga (gg jiwa, problem NAPZA, usaha bunuh diri)
c. riwayat jenis obat yg berhasil baik untuk terapi pd gg yg sama.

VII. RIWAYAT PSIKIATRIK
a. masalah kesehatan jiwa sebelumnya
b. riwayat pengobatan : nama dokter, tempatnya, jenis obat, dosis obat dan hasi terapi

VIII. RIWAYAT PENGGUNAAN ATAU PENYALAHGUNAAN ZAT
a. secara hati2 tanyakan juga penggunaan narkoba,psikotropika,alkohol,rokok dan dampaknya kepada pasien termasuk aspek legal.

IX. RIWAYAT PERILAKU BURUK
a. kebiasaan berjudi
b. kekerasan dalam rumah tangga
c. kebiasaan yang bersifat anti sosial






pemeriksaan fungsi sensorik

tujuan : melakukan dan menjelaskan berbagai cara pemeriksaan sensorik.

-beri salam
-perkenalkan diri
-tanya nama pasien
-jelaskan pemeriksaan yang akan dilakukan kepada pasien.
yaitu ada 5 pemeriksaan (pemeriksaan sensasi suhu, getar dan vibrasi, sensasi tekan, nyeri dalam, gerak dan posisi)
-jelaskan tujuan pemeriksaan. untuk mengetahui fungsi sensorik normal/tidak. baik itu utk sensasi suhu,getaran,tekanan,nyeri dalam, maupun gerak dan posisi.
- inform consent. apakah pasien bersedia atau tidak.
- pasien diminta utk berbaring 

1. PEMERIKSAAN SENSASI SUHU.
-baiklah, sekarang kita akan melakukan pemeriksaan sensasi suhu kepada ibu.
-alat yang digunakan ada tabung yg berisi air dingin dan air panas.
-cara pemeriksaannya nanti saya akan menempelkan tabung ini ke kulit bapak/ibu pada ekstemitas atas dan bawah.
-bila bapak/ibu merasakan panas bilang panas, bila merasakan dingin bilang dingin.
-minta pasien menutup mata
-cobakan terlebih dahulu pada tangan pemeriksa!
-lakukan untuk tabung panas terlebih dahulu
-kemudian dilanjutkan dengan ransangan untuk tabung dingin
-kemudian lakukan secara bergantian panas dan dingin. jika pasien tidak dapat membedakan panas atau dingin disebut isotermonogsia.

II. PEMERIKSAAN SENSASI GETAR DAN VIBRASI
-pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan garpu tala.
-dimana garpu tala digetarkan terlebih dahulu ke benda padat atau keras
-kemudian pangkal garpu tala ditempelkan pada tulang sendi. (prosesus stiloideus radius/ulna, maleolus lateral/medial)
- minta pasien menyebutkan jika terasa getaran bilang iya jika sudah tidak ada bilang tidak.
- minta pasien menutup mata
- lakukan pemeriksaan secara bergantian mulai dari ekstermitas atas kedua sisi dan lanjutkan ke ekstermitas bawah.

III. PEMERIKSAAN SENSASI TEKAN
-pemeriksaan dengan menggunakan jari tangan
-dilakukan dengan menekan kulit pasien pada stuktur subkutan yaitu massa otot, tendo, saraf dengan ujung  jari pemeriksa
-minta pasien menyatakan jika ada tekanan bilang iya dan jika tidak bilang tidak dan daerah mana yang ditekan
-minta pasien menutup mata
-lakukan pemeriksaan mulai dari tangan kedua sisi kemudian kaki
-kemudian lakukan penekanan pada 2 titik, tanyakan bagian mana yang oaling terasa tekanannya dan minta pasien menunjukkan.

IV. PEMERIKSAAN SENSASI NYERI DALAM
-pemeriksaan ini dilakukan dengan menekan/mencubit dengan jari telunjuk dan ibu jari pada tendo archiles.
-minta pasien menyatakan ya bila terasa nyeri
-minta pasien menutup mata
-lakukan pemeriksaan

V. PEMERIKSAAN SENSASI GERAK DAN POSISI
-pemeriksaan ini dilakukan dengan menggerakkan jari pasien secara pasif oleh pemeriksa baik jari kaki maupun jari tangan.
-jari pasien harus dalam keadaan relaksasi dan harus dipisahkan dari jari-jari lainnya sebelah kiri/kanan agar tidak bersentuhan dan tidak membuat bias pemeriksaan.
-minta pasien menyatakan iya jika ada suatu gerak dan mengatakan ada perubahan posisi jari keatas/kebawah dan jari mana yang digerakkan.
-minta pasien munutup mata
-lakukan pemeriksaan dengan menggerakan salah satu jari penderita dan gerakkan keatas.kebawah.

Friday, November 1, 2013

pemeriksaan fungsi motorik

tujuan:
mampu melakukan pemeriksaan kekuatan otot (lengan atas.lengan bawah, tangan, tungkai atas, tungkai bawah, kaki) dilakukan pd kedua sisi bagian tubuh.

untuk mengetahui ada tidaknya kelumpuhan(paresis,hemiparesis atau paraparesis dan menilai kelumpuhan LMN jika terdapat lesi disaraf tepi yg bersifat paresis fokal segmental).

harus mengetahui otot-otot dan persarafan motoriknya.

4 metode penderajatan kekuatan otot:
a. gerakkan salah satu anggota gerak.
mudah dilaksanakan pasien. dapat dilakukan pada pasien kekurangan tenaga yang ringan.
b. pasien diminta menggerakkan anggota geraknya dan pemeriksa menahan gerakan yg dilaksanakan pasien.
cocok pada pasien dg kekurangan tenaga ringan sampai sedang.
c. pasien diminta melakukan gerakan ke arah yang melawan gaya tarik bumi dan pemeriksa mengarah ke jurusan gaya tarik bumi. cocok menilai tenaga otot yg sangat kurang.
d. inspeksi dan palpasi gerakan otot.untuk menilai kekuatan otot masseter dan otot temporalis.
jika metode a dan b kurang cocok dilaksanakan.

DERAJAT KEKUATAN OTOT:
5-->100% : apabila gerakan volunter melawan gaya tarik bumi dan dengan penahan penuh masih dapat dilakukan.
4.-->75% : apabila gerakan volunter melawan gaya tarik bumi masi bisa dilakukan dengan penahan sedang.
3-->50% : gerakan volunter melawan gaya tarik bumi tanpa penahan.
2.-->25% : jika gaya tarik bumi tereleminasi. otot2 fleksor lengan bawah dapat menekukkan lengan di sendi siku bila lengan bawah sudah sudut 90 derjat terhadap lengan atas pada pasien yg diperiksa telentang.
1.-->10% terdapat sedikit kontraksi.
0%  tidak timbul kontraksi otot.

gerakan volunter dinilai secara umum:
a. rectus kapitis anterior,posterior mayor/minor dan trapezius.
b. elevasi dan abduksi dari skapula penggeraknya otot2 trapezius,deltoid,supraskapular,dan seratus interior

c. fleksi di sendi siku. otot2: bisep,brachial,brakioradial.


d. fleksi di sendi pergelangan. otot-otot: musculus fleksor karpi radialis, dan ulnaris

e. ekstensor (dorsofleksi) di sendi pergelangan. penggerak utamanya: otot ekstensor karpi radial longus/brevis, ekstensor karpi ulnar, dan ekstensor digitorum komunis.

f. mengepal dan mengembangkan jari-jari tangan
penggerak utama: otot-otot tangan fleksor digitorum dan ekstensor digitorum dan dibantu otot-otot interoseidorsal dan valor.
g. fleksi di sendi panggul
h. ekstensi di sendi panggul. penggerak utamanya otot gluteus maksimus

i. ekstensi di sendi lutut. musculus kuadriseps femoris.


j. fleksi di sendi lutut. otot bisep femoris
k. dorsofleksi di sendi pergelangan kaki dan dorsofleksi jari-jari kaki. otot tibialis anterior dan otot-otot ekstensor jari-jari kaki.


l. plantarfleksi kaki dan jari-jari kaki. m. gastroknemius,soleus,peroneus,dan fleksor longus.


PENILAIAN KEKUATAN OTOT:
5 : normal
4 : dapat melawan pemeriksa tapi lemah
3 : dapat melawan gravitasi tetapi tidak dapat melawan pemeriksa
2 : dapat diseret tetapi tidak bisa melawan gravitasi
1 : ada gerakan-gerakan fokal/gemetar dsb.
0 : lumpuh