Sunday, September 22, 2013

soal gastroenterologi dan hepatobilier

Dikutip dari kumpulan soal UKDI

1. Wanita 46 tahun, gemuk, datang dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan atas, disertai dengan demam. Murphy sign (+). Kemungkinan diagnosisnya adalah...
a. kolesistzitis akut
b. pakreatitis akut
c. gastroduodenitis
d. perforasi ulkus lambung
e. pielonefritis akut
 Jawaban : A. kolesistitis akut

Pembahasan : kolesistitis akut adalah reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu. umunya disebabkan oleh batu empedu pada duktus sistikus, yg menyebabkan distensi kandung empedu dan gangguan aliran darah dan limfe, sehingga bakteri komensal kemudian berkembang biak.

Pemeriksaan fisik : tanda2 fokal seperti nyeri tekan dan defans muskular, tanda murphy terjadi bila inspirasi maksimal terhenti pada penekanan perut ke atas.

Manifestasi klinis kolesistitis akut :
  • gangguan pencernaan, mual, muntah
  • nyeri perut kanan atas atau terasa tidak enak di epigatrium
  • nyeri menjalar ke bahu atau subskapula 
  • demam dan ikterus (bila terdapat batu di duktud koledokussistikus)
  • gejala nyeri perut makin bertambah jika makan banyak lemak


A 40 yo woman presented to the ED with upper quadrant pain since three hours after eating a tasty pizza. She is overweight, she presents feverish (38°C) her skin is nonicteric. The abdomen is soft, there is tenderness on the upper right quadrant, you perform a deep palpation in the subcostal area, and the patient stops breathing for pain. 


Pemeriksaan penunjang :

  • leukositosis
  • hipernilirubinemia ringan
  • peningkatan alkali fosfatase
  • foto polos radiologi kadang terlihat batu empedu
  • USG abdomen=> diagnosis pasti
Kolesistiasis
Kolesistitis
- Nyeri perut episodic (meningkat ketika mengonsumsi lemak)
- nyeri perut kanan atas akut dan nyeri tekan
- Dyspepsia
- demam dan leukositosis, kandung empedu teraba, tanda murphy (+)
-Pemeriksaan usg dan kolesistografi tampak batu empedu (gambaran acoustic shadow)
- gambaran usg tampak penebalan dinding kandung empedu.
maaf, table diatas adalah perbedaan dari kolelitiasis dengan kolesistitis.



2.  Seorang anak 10 tahun mengeluh dalam tinja terdapat cacing berwarna putih kekuningan panjang 20 cm. pasien juga keluhkan mengalami gangguan konsentrasi, penurunan nafsu makan, dan mudah lemas. pada pemeriksaan feses ditemukan telur dengan dinding tebal berwarna kuning kecokelatan. Diagnosis pasien ini adalah.........
a. ascaris lumbricoides
b. taenia solium
c. taenia saginata
d. enterobius vermicularis
e. tricuris tricuria

Jawab : A. Ascaris Lumbricoides
Add caption

gambar acariasis infertil dan fertil. perbedaan pada dinding.
morfologi telur : telur dg dinding tebal, berwarna kuning kecoklatan.

daur hidup cacing ascariasi lumbricoides




N0
Jenis cacing
Pilihan terapi
Alternative
1.
Nematoda
A. Ascariasis lumbricoides
Albendazol
Pirantel pamoat, piperazin
B. . Necator americanus, ancylostoma duodenale
Albendazol, mebendazol
Pirantel pamoat
C. Trichuris trichuria
Albendazol
Mebendazol
D. Strongyloides stercoralis
Ivermectin
Thiabendazol, albendazol
E. Enterobius vermicularis
Albendazol, mebendazol
Pirantel pamoat
2.
Trematoda
A. Schistosoma
Praziquantel
Metrifonate
B. Fasciola hepatica
Bithionol
Praziquantel
3.
Cestoda (cacing pita)
A. Taenia saginata
Niclosamide, praziquantel
Mebendazol
B. Taenia solium
Niclosamide, praziquantel
Mebendazol
C. Cystecercosis
Albendazol
Praziquantel
3. seorang wanita 18 tahun dg keluhan diare 18x/hari sejak 2 hari, berak encer, berlendir, berdarah dg pemerikasaan fisik. kesadaran kompos mentis, TD 100.60 mmHg, Nadi 100x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,8 C, konjutiva merah muda, mukosa bibir kering, bising usus meningkat, turgor kulit menurun. penyebab diare pada keadaan tersebut adalah...
a. rotavirus
b. vibrio kolera
c. entamoeba histolitica
d. enterotoxic E.coli
e. closporidium Sp.

Jawab. C. entamoeba Histolytica

pembahasan :
definisi : disentri (diare eksudatif) adalah diare yg terjadi akibat proses inflamasi/peradangan yang menyebabkan kerusakan mukosa baik usus halus maupun usus besar. adapun gejala-gejala disentri antara lain BAB dg tinja berdarah, diare encer dg volume sedikit, BAB dg tinja bercampur lendir (mukus), nyeri saat BAB (tenesmus).

Penyebab:
1. bakteri (disentri basiler) :

  • shigella, penyebab disentri yg terpenting dan tersering (60% kasus disentri yg dirujuk serta hampir semua kasus disentri yg berat dan mengancam jiwa disebabkan oleh shigella), 
  • escherichia coli enteroinvasif (EIEC)
  • salmonella
  • campylobacter jejuni terutama pada bayi
2. Amoeba (disentri amoeba): disebabkan Entamoeba Hystolitica, lebih sering pada usia >5 tahun.

Pemeriksaan penunjang:
-pada disentri disebabkan amoeba, hasil pemeriksaan serial feses didapatkan pseudopodium oval dg inti 1 dan terdapat eritrosit dalam vakuola ektoplasma parasit tersebut.
-biopsi endoskopi

Disentri Basiler (Shigella Sp)
Disentri Amoeba
-Diare mendadak yg disertai darah dan lendir dalam tinja
- Permulaan sakit bisa terdapat diare encer tanpa darah dalam 6-24 jam pertama, dan setelah 12-72 jam sesudah permulaan sakit, didapatkan darah dan lendir dalam tinja.
- Panas tinggi (39,5-40 ᵒc), terlihat toksik
- Muntah-muntah
- Anoreksia
- Sakit kram di perut dan sakit di anus saat bab
- Diare disertai darah dan lender dalam tinja
- frekuensi BAB umumnya lebih sedikit daripada disentri basiler (<10x/hari).
- Sakit perut hebat (kolik)
- Gajala konstitusional biasanya tidak ada (panas hanya ditemukan pada 1/3 kasus).

No comments: