Sunday, September 22, 2013

pemeriksaan fisik abdomen

TUJUAN UMUM:
1. mahasiswa mampu mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan abdomen.
2. melakukan pemeriksaan fisik abdomen meliputi inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi dan pemeriksaan ascites.

TUJUAN KHUSUS :
1. menginformasikan kepada pasien tentang tujuan pemeriksaan.
2. menginformasikan kepada pasien agar melakukan apa yang di instruksikan oleh pemeriksa.
3. mempersiapkan pasien tidur telentang.
4. berdiri disamping kanan pasien.
5. memnyuruh pasien membuka bajunya.
6. menyuruh pasien rileks dengan jalan memfleksikan sendi lutut (bila perlu) dan mengadakan pembicaraan dengan pasien.
7. melakukan inspeksi abdomen dari samping kanan pasien dan dicatat setiap kelainan yang ditemukan pada dinding abdomen.
8. inspeksi apakah ada gerakan peristaltik usus sewaktu pasien dalam posisi duduk dan sewaktu posisi berbaring telentang dengan fleksi pada sendi lutut.
9. melakukan palpasi superfisial.
10. melakukan palpasi untuk menemukan/meraba hepar, vesica felea, limpa, ginjal dan vesica urinaria.
11. mencari apakah ada nyeri tekan abdomen dan nyeri lepas abdomen.
12. melakukan perkusi untuk mendapatkan orientasi empat kuadran dari abdomen.
13. melakukan perkusi untuk menentukan batas pekak antara paru dan hepar.
14. melakukan pemeriksaan adanya ascites.

ANATOMI DAN FISIOLOGI DINDING ABDOMEN

- muskulus rektus abdominis dapat di identifikasi bila seseorang diminta mengangkat kepala dan bahu dalam posisi tiduran.
- untuk memudahkan keterangan, abdomen umumnya dibagi dalam empat kuadran dengan jalan membuat garis khayal yang memotong umbilicus, yaitu kuadran kanan atas, kanan bawah, kiri atas dan kiri bawah.






KUADRAN KANAN ATAS
KUADRAN KIRI ATAS
·         Hepar
·         Vesica fellea
·         Pylorus
·         Duodenum
·         Caput pancreas
·         Flesura hepatica colon
·         Sebagai kolon ascendens
·         Kolon transversum
·         Lobus kiri dari hepar
·         Lambung
·         Corpus pancreas
·         Fleksura linealis kolon
·         Sebagian kolon transversum
·         Kolon descenden
KUADRAN KANAN BAWAH
KUADRAN KIRI BAWAH
·         Caecum dan apendiks
·         Sebagian colon descenden
·         Kolon sigmoid
·         Sebagian colon descenden
- cara lain dapat juga dengan membagi abdomen menjadi 9 regio. epigastric, umbilical dan hipogastric atau supra pubik.




IDENTIFIKASI KUADRAN ABDOMEN DAN PROYEKSI ALAT/ORGAN DALAM ABDOMEN.
- bila kita memeriksa abdomen, beberapa struktur organ normla dalam abdomen dapat diidentifikasi.
- kolon sigmoid dapat diraba seperti tabung di kuadran kiri bawah
- sedangkan caecum dan bagian dari kolom ascenden seperti tabung yang lunak dan lebih lebar pada kuadran kanan bawah.
- kolon transversum dan kolom descenden juga mungkin dapat diraba.




KEADAAN PENTING UNTUK DIPERHATIKAN SEWAKTU PEMRIKSAAN:

  • cahaya ruangan yg cukup baik
  • pasien harus rileks
  • pakaian harus terbuka dari prosesus xypoideus dampai sympisis pubis
untuk mendapatkan relaksasi pasien, langkah yang harus dilakukan:
  1. vesica urinaria dikosongkan terlebih dahulu
  2. pasien dlm posisi tidur dg bantal dibawah kepala dan lutut pd posisi fleksi
  3. kedua tangan disamping atau dilipat diatas dada.
  4. telapak tangan pemeriksa harus cukup hangat, stetoskop juga cukup hangat, dan kuku harus pendek. dg jalan menggesek2an tangan ajan membuat telapak tangan jd hangat
  5. minta pasien menunjukkan area yg sakit dan periksa area ini paling terakir
  6. lakukan pemeriksaan perlahan-lahan hindari gerakan cepat dan tak diinginkan
  7. jika perlu ajak pasien berbicara sehingga pasein akan lebih rileks
  8. jika pasien sangat sensitif dan penggeli mulailah palpasi dg tangan pasien sendiri di bawah tangan pemeriksa, kemudian secara perlahan tangan pemeriksa menggantikan tangan pasien
  9. perhatikan hasil pemeriksaan dg memperhatikan raut muka dan emosi pasien
INSPEKSI:
  1. berdiri disebelah kanan pasien
  2. melihat contour dan gerakan peristaltik dg posisi jongkok
  3. melaporkan tentang contour abdomen (simetris/asimetris, distensi, ascites, scapoid)
  4. melaporkan tentang adanya penonjolan, tinggi thorax dan dinding abdomen


HIPOCHONDRIUM KANAN
EPIGASTRIKA
Hypocondrium kiri
·         Lobus hepar kanan
·         Vesica fellea
·         Pylorus dang aster
·         Duodenum
·         Pancreas
·         Bagian dari hepar
·         Gaster
·         Ekor pancreas
·         Fleksura lienalis kolon
LUMBAL KANAN
UMBILIKAL
LUMBAR KIRI
·         Bagian duodenum
·         jejunum
·         omentum
·         mesenteriu,
·         bagian distal duodenum
·         kolon desenden
·         bagian distal duodenum
·         jejunum
INGUINAL KANAN
·         cecum
·         apendik
·         bagian distal ileum
SUPRAPUBIK/HIPOGASTRIK
·         ileum
INGUINAL KIRI
·         kolon sigmoid

soal gastroenterologi dan hepatobilier

Dikutip dari kumpulan soal UKDI

1. Wanita 46 tahun, gemuk, datang dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan atas, disertai dengan demam. Murphy sign (+). Kemungkinan diagnosisnya adalah...
a. kolesistzitis akut
b. pakreatitis akut
c. gastroduodenitis
d. perforasi ulkus lambung
e. pielonefritis akut
 Jawaban : A. kolesistitis akut

Pembahasan : kolesistitis akut adalah reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu. umunya disebabkan oleh batu empedu pada duktus sistikus, yg menyebabkan distensi kandung empedu dan gangguan aliran darah dan limfe, sehingga bakteri komensal kemudian berkembang biak.

Pemeriksaan fisik : tanda2 fokal seperti nyeri tekan dan defans muskular, tanda murphy terjadi bila inspirasi maksimal terhenti pada penekanan perut ke atas.

Manifestasi klinis kolesistitis akut :
  • gangguan pencernaan, mual, muntah
  • nyeri perut kanan atas atau terasa tidak enak di epigatrium
  • nyeri menjalar ke bahu atau subskapula 
  • demam dan ikterus (bila terdapat batu di duktud koledokussistikus)
  • gejala nyeri perut makin bertambah jika makan banyak lemak


A 40 yo woman presented to the ED with upper quadrant pain since three hours after eating a tasty pizza. She is overweight, she presents feverish (38°C) her skin is nonicteric. The abdomen is soft, there is tenderness on the upper right quadrant, you perform a deep palpation in the subcostal area, and the patient stops breathing for pain. 


Pemeriksaan penunjang :

  • leukositosis
  • hipernilirubinemia ringan
  • peningkatan alkali fosfatase
  • foto polos radiologi kadang terlihat batu empedu
  • USG abdomen=> diagnosis pasti
Kolesistiasis
Kolesistitis
- Nyeri perut episodic (meningkat ketika mengonsumsi lemak)
- nyeri perut kanan atas akut dan nyeri tekan
- Dyspepsia
- demam dan leukositosis, kandung empedu teraba, tanda murphy (+)
-Pemeriksaan usg dan kolesistografi tampak batu empedu (gambaran acoustic shadow)
- gambaran usg tampak penebalan dinding kandung empedu.
maaf, table diatas adalah perbedaan dari kolelitiasis dengan kolesistitis.



2.  Seorang anak 10 tahun mengeluh dalam tinja terdapat cacing berwarna putih kekuningan panjang 20 cm. pasien juga keluhkan mengalami gangguan konsentrasi, penurunan nafsu makan, dan mudah lemas. pada pemeriksaan feses ditemukan telur dengan dinding tebal berwarna kuning kecokelatan. Diagnosis pasien ini adalah.........
a. ascaris lumbricoides
b. taenia solium
c. taenia saginata
d. enterobius vermicularis
e. tricuris tricuria

Jawab : A. Ascaris Lumbricoides
Add caption

gambar acariasis infertil dan fertil. perbedaan pada dinding.
morfologi telur : telur dg dinding tebal, berwarna kuning kecoklatan.

daur hidup cacing ascariasi lumbricoides




N0
Jenis cacing
Pilihan terapi
Alternative
1.
Nematoda
A. Ascariasis lumbricoides
Albendazol
Pirantel pamoat, piperazin
B. . Necator americanus, ancylostoma duodenale
Albendazol, mebendazol
Pirantel pamoat
C. Trichuris trichuria
Albendazol
Mebendazol
D. Strongyloides stercoralis
Ivermectin
Thiabendazol, albendazol
E. Enterobius vermicularis
Albendazol, mebendazol
Pirantel pamoat
2.
Trematoda
A. Schistosoma
Praziquantel
Metrifonate
B. Fasciola hepatica
Bithionol
Praziquantel
3.
Cestoda (cacing pita)
A. Taenia saginata
Niclosamide, praziquantel
Mebendazol
B. Taenia solium
Niclosamide, praziquantel
Mebendazol
C. Cystecercosis
Albendazol
Praziquantel
3. seorang wanita 18 tahun dg keluhan diare 18x/hari sejak 2 hari, berak encer, berlendir, berdarah dg pemerikasaan fisik. kesadaran kompos mentis, TD 100.60 mmHg, Nadi 100x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,8 C, konjutiva merah muda, mukosa bibir kering, bising usus meningkat, turgor kulit menurun. penyebab diare pada keadaan tersebut adalah...
a. rotavirus
b. vibrio kolera
c. entamoeba histolitica
d. enterotoxic E.coli
e. closporidium Sp.

Jawab. C. entamoeba Histolytica

pembahasan :
definisi : disentri (diare eksudatif) adalah diare yg terjadi akibat proses inflamasi/peradangan yang menyebabkan kerusakan mukosa baik usus halus maupun usus besar. adapun gejala-gejala disentri antara lain BAB dg tinja berdarah, diare encer dg volume sedikit, BAB dg tinja bercampur lendir (mukus), nyeri saat BAB (tenesmus).

Penyebab:
1. bakteri (disentri basiler) :

  • shigella, penyebab disentri yg terpenting dan tersering (60% kasus disentri yg dirujuk serta hampir semua kasus disentri yg berat dan mengancam jiwa disebabkan oleh shigella), 
  • escherichia coli enteroinvasif (EIEC)
  • salmonella
  • campylobacter jejuni terutama pada bayi
2. Amoeba (disentri amoeba): disebabkan Entamoeba Hystolitica, lebih sering pada usia >5 tahun.

Pemeriksaan penunjang:
-pada disentri disebabkan amoeba, hasil pemeriksaan serial feses didapatkan pseudopodium oval dg inti 1 dan terdapat eritrosit dalam vakuola ektoplasma parasit tersebut.
-biopsi endoskopi

Disentri Basiler (Shigella Sp)
Disentri Amoeba
-Diare mendadak yg disertai darah dan lendir dalam tinja
- Permulaan sakit bisa terdapat diare encer tanpa darah dalam 6-24 jam pertama, dan setelah 12-72 jam sesudah permulaan sakit, didapatkan darah dan lendir dalam tinja.
- Panas tinggi (39,5-40 áµ’c), terlihat toksik
- Muntah-muntah
- Anoreksia
- Sakit kram di perut dan sakit di anus saat bab
- Diare disertai darah dan lender dalam tinja
- frekuensi BAB umumnya lebih sedikit daripada disentri basiler (<10x/hari).
- Sakit perut hebat (kolik)
- Gajala konstitusional biasanya tidak ada (panas hanya ditemukan pada 1/3 kasus).

patologi anatomi saluran cerna

1. Apendisitis Akut
Mikro

  • radang akut apendik yg ditandai dg lumen apendiks yg berisi debris dan massa nekrotik
  • sebagian mukosa erosif.
  • edema kripte, dan infiltrasi sel PMN (neuotrofil,eosinofil) limfosit, sel radang.
Makro
  • akan tampak vasodilatasi vascular 
  • kripte melebar
  • ulserasi
  • lumen nekrotik
gambar 1. apendisitis akut

2. Apendisitis Kronik
gambar 2. apendisitis kronik
  • dinding fibrotik
  • lipomatosis (sel lemak dilapisan muskularis)
  • sebukan sel radang terutama limfosit, histiosit, sel plasma
  • adventitia diganti lapisan fibrotik
3. Disentri Amoeba
  • mukosa ulseratif dengan sebukan sel radang PMN, mononuklear, dan massa nekrotik.
  • trofozoit e. hystolitica bulat oval
  • mukosa erosif menggaung seperti botol
gambar 3. disentri amoba

4. Adenokarsinoma Recti
  • akumulasi kelainan genetik dan gen pengatur apoptosis serta tumor supresor gen.
  • nerosis bagian tengah akibat hipoksia sehingga sering terjadi perdarahan (hematokezia)
  • mikroskopik :
  • lapisan muskularis di infiltrasi kelenjar-kelenjar ganas
  • kelenjar acini
  • proliferasi yg meningkat, pleomorfik, hiperkromatin
gambar.4 adenokarsinoma recti





Terimakasih buat teman2 yang udah edit gambarnya. Semoga bermanfaat :)

Monday, September 16, 2013

gangguan saluran cerna kongenital dan didapat

TERMINOLOGI
1. fistula :  ialah saluran tidak normal yang menghubungkan organ-organ bagian dalam tubuh yang secara normal tidak berhubungan, atau menghubungkan organ-organ bagian dalam dengan permukaan tubuh bagian luar,   dapat pula diartikan sebagai abnormal connection atau passageway antara 2 organ epithelium-lined atau vessel yang secara normal tidak berhubungan.

2. atresia : (tresis) berarti keadaan tidak ada atau tertutupnya lubang badan normal atau organ tubulur secara kongenital, disebut juga clausura.

3. septum :  adalah pembatas yang memisahkan suatu rongga atau ruang.

4. ligamnetum treiz : pemisah antara duodenum dan jejenum ditandai oleh adanya ligamentum treits yang berfungsi sebagai ligamentum supensorium (penggantung).

5. saluran cerna bagian atas SCBA : saluran cerna di atas (proksimal) ligamentum Treitz, mulai dari jejunum proksimal, duodenum, gaster dan esofagus, cavum ori.

6. saluran cerna bagian bawah SCBB: saluran cerna di bawah ligamentum treitz, mulai dari jejunum distal, ileum, colon,rectum, anus.

7. stenosis : penyempitan oleh tuomor atau penyebab yang lain/

8. striktur : penyempitan oleh fibrosis atau jaringan parut.


traktus gastrointestinal


I. Kelainan Kongenital pada Paluran Cerna


ATRESIA DUODENUM

Atresia duodeni merupakan suatu kondisi dimana duodenum (bagian pertama dari usus halus) tidak berkembang dengan baik, sehingga tidak berupa saluran terbuka dari lambung yang tidak memungkinkan perjalanan makanan dari lambung ke usus.







Wednesday, September 4, 2013

blok 13 pencernaan dan nutrisi


heummppp
sebenarnya blok ini asyik belajarnya
soalnya tentang makan memakan. eh maskudnya (bukan makan temen. duh itu pasti sakit banget. huk.)
modul 1 tentang gangguan sistem pencernaan bagian atas atau SCBA.
well...lumayan banyak penyakitnya.
dari mulai awal mulut/cavum ori, esofagus, gaster,duodenum
weellll.......
semoga berjalan lancar..
allizwel..allizwell..allizwell...
everything will be okay.

hanya saja seberapa banyak kamu meluangkan waktumu untuk belajar wahai white coat fighter???
yes..along your life! just fighting!! 

Tuesday, June 18, 2013

pemeriksaan kehamilan

aslmkm..perkenalkan saya dokter ayu dokter yg bertugas dirumahsakit cut meutia siang ini.
baik, ibu akan melakukan pemeriksaan kehamilan kepada ibu.
dimana tujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan kehamilan ibu, keadaan jalan lahir ibu, dan kesehatan ibu serta anjuran2 utk ibu dan janin yg ibu kandung sehat.
apakah ibu bersedia kita lakukan pemeriksaan ini?

ANAMNESIS

A. identitas ibu :
nama:
umur :
pekerjaan:
nama suami:
alamat:
agama:

b. keluhan yg dirasakan :
-mual muntah
- pusing
- mules2
- sakit perut
- sakit kepala, mata kabur, nyeri i=epigastrium

c. riwayat menstruasi:
usia menarche:
teratur/tidak:
banyaknya: misal 3-4 xganti duk
lamanya : 2-7 hari
bentuk darah, cair, beku, warna merah,merah pekat, hitam, bau amis
nyeri haid : ringan/berat
haid terakir: hitung HPHT dg rumus neagle (hari +7, bulan jan-maret +9, tahun +0 dan hari+7,bulan april-des -3, tahun +1) utk menentukan TTP.

d. riwayat nikah
sudah berapa lama berumah tangga

e. riwayat kehamilan,persalinan,nifas terdahulu
kehamilan : anak yg keberapa? pernah abortus atau tidak, apa ada perdarahan saat kehamilan. mual muntah berlebihan.
persalinan: anak sebelumnya ditolong oleh bidan/dokter, lahir normal/operasi sectio saesarea.
nifas : ada riwayat perdarahan yg banyak, laktasi lancar banyak/tidak
anak : berat badan lahir, prematur/aterm
G...P...A..

f. riwayat kehamilan sekarang
keluhan :
-mual muntah
- pusing
- sakit kepala
- sakit pinggang
- mata kabur
- keluar darah/lendir

g. riwayat penyakit keluarga
-penyakit keturunan
- anak kembar
- TBC

h. riwayat penyakit ibu
- pernah sakit keras/operasi
- selera makan
- BAK/BAB

PEMERIKSAAN TANDA VITAL
-nadi, TD, RR, suhu

PEMERIKSAAN STATUS UMUM
- keadaan umum
- sianosis
- anemis dilihat dari konjutiva palpebra inferior
- ikterus
- edema

PEMERIKSAAN TANDA KEHAMILAN
- muka : edema, cloasma gravidarum
- leher : tiroid
- dada : hiperpigmentasi nipple
- perut : striae nigra, besar perut sesuai kehamilan
- BB. trimester III, kenaikan BB < 1 kg perminggu
- edema tungkai
- reflek tungkai positif

PALPASI
minta ibu mengosongkan kandung kemih
pemeriksa disebelah kanan
minta ibu menekuk kedua tungkai

leopold 1: menentukan tinggu fundus dan usia kehamilan serta bagian yg terdapat pd fundus



Saturday, May 18, 2013

modul 2 diabetes mellitus

skenario 2 : manis sekali...!
pak bet, 52 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan luka pada jempol kaki kirinya sudah 2 minggu tidak kering dan terus bernanah. ia juga mengeluhkan mudah lemas dan berkeringat dingin serta nafsu makan meningkat namun tubuhnya semakin kurus. dari anamnesis didapatkan poliuria dan pruritus pada sekitar genital.
dari hasil pemeriksaan laboratuorium menunjukkan KGDS 309 mg/dL dan hasil urinalisis didapatkan glukosa +4. pasien didiagnosis dg ulcus diabeticum. dokter menjelaskan bahwa terjadi gangguan metabolik yang melibatkan hormon pada pankreas. dokter selanjutnya memberikan OAD serta menyarankan agar pak bet mengatur jadwal, jenis, dan jumlah asupan makanan serta berpesan agar selalu menggunakan alas kaki.
bagaimana anda menjelaskan kasus tersebut?

terminologi:
1. diabetes mellitus
2. poliuria
3. pruritus
4. KGDS
5. ulcus diabeticum
6. gangguan metabolik
7. pankreas
8. OAD

1. DM merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kelainan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau akibat kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner & Suddart)
Diabetes melitus merupakan penyakit endokrin akibat defek dalam sekresi dan kerja insulin atau keduanya sehingga terjadi defisiensi insulin dimana tubuh mengeluarkan terlalu sedikit insulin atau insulin yang dikeluarkan resisten sehingga mengakibatkan kelainan metabolisme kronis berupa hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan komplikasi kronik pada sistem tubuh.

2. poliuria (banyak kemih): buang air kecil yang berlebihan, biasanya lebih dari 2,5 liter per hari pada orang dewasa. Penyebab paling umum poliuria adalah diabetes yang tidak terkelola.

3. pruritus :Prurire: gatal; rasa gatal. erbagai macam keadaan yang ditandai oleh rasa gatal (Kamus Kedokteran Dorland.1996)
 Pruritus adalah sensasi kulit yang iritatif dan ditandai oleh rasa gatal, serta menimbulkan rangsangan untuk menggaruk. Reseptor rasa gatal tidak bermielin, mempunyai ujung saraf mirip sikat (penicillate) yang hanya ditemukan pada kulit, membran mukosa dan kornea (Sher,1992)
4. KGDS : kadar gula darah sewaktu. pemeriksaan gula darah tanpa memperhatikan waktu terakir pasien makan.
5. ulcus diabeticum: adalah luka pada kaki yang merah kehitam – hitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh sedang atau besar di tungkai (Askandar,2001).
ulkus diabetikum : tukak yang timbul pada penderita diabetes melitus yang disebabkan karena angiopati diabetik, neuropati diabetik atau akibat trauma.
6. Gangguan metabolisme adalah kelainan medis yang mempengaruhi produksi energi di dalam sel. Pada umumnya gangguan metabolisme diakibatkan oleh kelainan genetik sehingga enzim yang berperan dalam proses metabolisme sel hilang atau rusak. Selain itu dapat juga yang diakibatkan oleh makanan, toksin, infeksi dan lain-lain.


7.  Pankreas merupakan organ yang memanjang dan terletak pada epigastrium dan kuadran kiri atas. Strukturnya lunak, berlobulus, dan terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum sehingga termasuk organ retroperitonial kecuali bagian kecil caudanya yang terletak dalam ligamentum lienorenalis.§  Pankreas merupakan suatu organ berupa kelenjar dengan panjang dan tebal sekitar 12,5 cm dan tebal + 2,5 cm, beratnya 120 gr.§  Pankreas terbentang dari atas sampai ke lengkungan besar dari perut dan biasanya dihubungkan oleh dua saluran ke duodenum ( usus 12 jari ). 
         mempunyai 2 fungsi : Endokrin, berfungsi melepaskan hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah menjadi normal. Eksokrin menghasilkan Enzim-enzim proteolitik adalah tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease sebagai pemecah makanan yang kompleks menjadi sederhana agar mudah dicerna dan diserap usus halus.
         Ketika getah-getah pankreas dibuat, mereka mengalir kedalam saluran utama pankreas. Saluran ini bergabung dengan saluran empedu umum (common bile duct), yang menghubungkan pankreas ke hati dan kantong empedu. Saluran empedu umum (common bile duct), yang membawa empedu (suatu cairan yang membantu mencerna lemak), menyambung ke usus kecil dekat lambung.

8. OAD : obat anti diabetes bermacam-macam tablet oral untuk menurunkan glukosa darah. Oral Hypoglycemic Agents (OHA).sulfonylurea , biguanide, thiazolidinedione, dan glukosidase inhibitor.  tiap macam OAD mempunyai susunan kimia yang berbeda dan cara menurunkan glukosa yang berlainan. Ada yang merangsang pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak, yang lain bekerja mengurangi resistensi terhadap insulin, sedangkan yang lainnya menghambat penyerapan karbohidrat dari usus.


pertanyaan :
1. mgp jempol kaki kiri pak bet tidak sembuh slma 2 minggu dan terus bernanah?
2. apa hubungan umur, dan jenis kelamin dg keluhan pak bet?
3. mngpa pak bet mengeluh ering mudah lemas dan berkeringat dingin serta nafsu makan menigkat namun tubuhnya tetap kurus?
4. mengapa didapatkan poliuria dan pruritus pada sekitar genital pd pak bet?
5. apa makna hasil pem lab KGDS 309 mg/dl? berapa normalnya?
6. apa makna dari urinalisis ditemukan glukosa +4? normalnya?
7. apa pemeriksaan lain yg dapat dilakukan utk mendiagnosa pak bet?
8. apa yg dimaksud dokter bhw trjadi gangg metabolik yg melibatkan hormon pd pankreas? mekanisme dan patogenesis penyakit pak bet? apa hormon pd pankreas yg menyangkut keluhan pd pak bet? 
9. apa gejala lain yg mungkin tjd pada pak bet?
10. apa OAD yg diberikan dokter utk pal bet? indikasi, kontraindikasi,mekanisme kerja obat dan ef samping.
11. bagaimana jadwal,jenis, dan jumlah makanan yg tepat utk pak bet?
12. mngpa dokter berpesan agar pak bet selalu menggunakan alas kaki?
13. apa penatalaksanaan yg tepat utk pak bet?
14. apa pencegahan yg perlu dilakukan utk menangani penyakut pak bet?
15. bagaimana prognosis pada pak bet?
16. komplikasi penyakit pak bet?
17. DM tipe berapa pak bet? dan apa etiologinya?

penyebab diabetes dengan vascular disease :
-resiko mengalami vascular disease: meningkat apabila merokok, tidak pernah olah raga, konsumsi lemak yg tinggi, kelebihan berat badan.
diagnosa DM:
- melihat status general pasien
- anamnesis: riwayat keluarga, riwayat pemakaian obat2an, keluhan sign dan symptoms
- pemeriksaan fisik
- pemeriksaan kadar gula darah
- treadmill test/ ECG stress testing.untuk mendeteksi poor blood flow.
medication:
1. diutamakan pada kadar gula darah, mengotrol tekanan darah, dan kadar lemak dg obat2 yg bekerja pd bagian masing2.
2. insulin atau obat yg menurunkan glucosa dalam darah
3. obat utk menurunkan tekanan darah,include angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, beta-blockers, calcium channel blockers, and diuretics.
4. obat penurun kolesterol, statin.
5. mencegah bekuan darah. obat antiplatelet= aspirin

pengobatan pd periperal arteri disease
1. periperal arteri disease menyebabkan luka semakin memburuk
lakukan penutupan pd luka dan beri antibiotik utk menyembuhkan luka agar tidak bertambah dalam.
2. jika luka telah bertambah parah dan jaringan mati. maka perlu dilakukan debridement atau pembedahan dg amputasi pada bagian jaringan yg mati oleh spesialis bedah.
3. untuk mengembalikan sirkulasi ke tungkai kaki dan mencegah amputasi dilakukan Bypass surgery.
4. endarterectomy
5. Another treatment option for PAD is a minimally invasive procedure : angioplasty and stenting.



patofisiologi pruritus pada penderita DM:

Pada DM terjadi hiperglikemia, sehingga terjadi iritabilitas ujung-ujung saraf dan kelenjar metabolik di kulit terutama daerah anogenital atau submammae pada wanita.
Glikogen sel sel epitel kulit dan vagina meningkat sehingga terjadi diabetes kulit oleh karena predisposisi berupa dermatitis, kandidiasis, dan furunkulosis.