Saturday, May 4, 2013

Anemia pada Kehamilan

- kehamilan menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi ibu hamil
- anemia pada kehamilan sering terjadi pada jarak antar kehamilan pendek
- anemia pada kehamilan menyebabkan morbiditas kehamilan, resiko infeksi, dan perdarahan pasca persalinan
- faktor nutrisi utama yang terkait : zat besi, asam folat, vitamin B

def. asam folat--> penurunan pembentukan dan abnormalitas eritrosit-->anemia megaloblastik
def Fe --> penurunan pembentukan Hb --> anemia hipokrom mikrositer

dalam kehamilan yg sering terjadi adalah bentuk kombinasi dg satu bentuk yang lebih dominan

asam folat dibutuhkan dalam pembetukan asam nukleat dan def. asam folat menyebabkam gangguan proliferasi sel. asam folat--> asam folinat-->reaksi enzimatik-->asam amino-->nukelotida-->DNA &RNA

hematinik pada kehamilan:
- serum iron
- serum ferritin
- asam folat
- vitamin B12

Penyebab anemia dalam kehamilan:
a. nutrisi yang buruk
b. multiparitas
c. menorraghia
d. gangguan traktus gastrointestinal
e. antibiotik oral
f. penyakit hepar
g. analgesik
h. kehamilan kembar
i. inkompatibilitas rhesus- hemolisis fetus]
j. infeksi

GEJALA :
- takikardia
- letargi, lesu
- vasodilatasi perifer, sehingga tidak tampak pucat

diagnosis
- bila Hb<11 g/dl atau Ht < 33% harus dilakukan investigasi utk menghindari transfusi darah
- pemeriksaan Hb pada ANC pertama, minggu ke 30 dan 36
- Hb normal pd kehamilan : >11 g/dl

terapi :
- pencegahan : 100mg zat besi dan asam folat 400mcg/hari
- bila asupan peroral tidak dapat dilaksanakan - alternatif pemeberian zat besi secara parenteral

Anemia Post Hemorrhagia

Acute:
- kecelakaan
- post pasrtum
- hemorragia
- poly menoragia
- varices esophagus

Chronic:
- hemorroid
- ulcus pepticum
- ca-gaster
- ca-colon
- chronic aspirin ingestion
- colitis ulserative
- cacing tambang


Anemia Aplastik

ETIOLOGI:
1. obat-obatan
a. sitostatiksa
-aminopterin
-purinethol
-azothiaprin
-busulpan
-leukrean/ chlorambucil
-endoxan
-vincristin
-alceran
-daunorubicin
b. antiepileptik - hydantion
c. anti rheumatik- butazolidin
d. anti bakterial-chloramphenicol
e. anti diabetik
f. salicylat

2. zat kimia industri yang ada di rumah
a. benzene
b. trinitrotoluen (TNT)
c. insectisida (hexa chlorida)
d. chlorophenotane (DDT insectisida)
e. chlordane

3. radiasi ion
- radiology
- radioterapi
- radiology industri
- isotop radioaktif

4. physical agent
-metastase : lymphoma, myeloma
-bom atom : x-ray,neutron

LABORATORIUM
1. pansitopenia
Diagnosa banding:
- anemia aplastik
- infiltrasi SST (carcinoma)
- leukemia, MDS, mieloma
- hypersplenisme
- anemia megaloblastik
- mielosklerosis
- PNH
2. BMP
- drytap
- hiposeluler-aseluler
- fat cell >
3. analisa ferrokinetika (besi berlabel 59 Fe)
- pengeluaran (clearance) lambat isotop dari aliran darah
- pengambilan yg kurang oleh sumsum tulang
- inkorporasi yang tidak cukup ke dalam eritrosit sirkulasi

MANIFESTASI KLINIS
- pada semua umur
- laki-laki > wanita
- pucat, lelah, perdarahan
- perdarahan gusi, epistaksis, menoragia
- lymph node, limpa, hati tidak teraba
- anamnestik sangat penting
- Hb menurun --> pucat
- leukopenia --> demam, infeksi
- trombositopenia --> perdarahan

PROGNOSIS: buruk

PENGOBATAN :
1. androgen per oral
-metanedion
-oksimetolon dosis tinggi selama 3-6 bulan
EFEK SAMPING :
-retensi garam , hepatitis
- ikterus kolestatik, HCC
- virilisasi pd wanita dan anak
2. kortikosteroid dosis tinggi
-metil prednisolon 2 g/hari
3. globulin anti tiomsit
4. transplantasi stem cell
-bone marrow cell
-peripheral blood
- cord blood

Anemia Megaloblastik

KAUSAL :
a.  def. vit B12
b. def. Asam folat : ciri kas lidah merah (buffy tounge)
c. abnormalitas metabolisme Vit. B12 dan asam folat
d. cacat sintesa DNA: def. enzim kongenital, didapat akibat terapi hidroksi,sitosin arabinosa.

ASPEK NUTRISI VITAMIN B12 DAN ASAM FOLAT
a. intake makanan
- vit B12 : 7-30 mikrogram
- asam folat : 600-1000 mikrogram
b. makanan utama

- vit B12 : produk hewani
- asam folat : hati,sayuran hiaju, ragi
c. cadangan tubuh
- vit B12 : 2-3 mikrogram
- asam folat : 10-12 mg
d. penyerapan
- vit B12 : ileum
- asam folat : duodenum, jejenum
e. batas penyerapan
- vit B12 : 2-3 mikrogram
- asam folat : 50-80%
f. bentuk fisiologi intrasel 
- vit B12 : metil dna adenosil kobalamin
- asam folat : polyglutamat tereduksi
g. terapi
- vit B12 : hidroksi kobalamin
- asam folat : asam folat

KAUSAL DEFISIENSI VIT. B12
a. veganisme
b. malabsorpsi
-lambung: anemia pernisiosa, defisiensi faktor instrinsik kongenital, gastrekstomi
- intestinal : intestinal stagnat loop syndrome, divertikulosis jejunal, blind loop, striktura, kronik tropikal sprue, reseksi ileum/penyakit crohn, malabsorpsi selektif kongenital dg proteinuria.

KAUSAL DEFISIENSI ASAM FOLAT
a. nutrisional : umur tua, miskin, scorbut, gastrekstomi
b. malabsorpsi : tropical sprue, penyakit coliac, reseksi jejenum yg luas, peny crohn
c. pemakaian berlebihan : fisiologi pd kehamilan dan laktasi. patologi pd anemia hemolitik,mielosklerosis,keganasan,dll
d. pembuangan folat urine
e. terapi obat konvulsan
f. peny hati,alkoholisme

Pemeriksaan laboratorium :
a. temuan hematologi
- Hb 7-8 g/dl, eritrosit menurun
- Ht 5-15 %
- MCV > 95 fl
- MCH > 33-56 pg
- MCHC normal
b. leukosit : leukopenia
c. trombosit menurun
d. morfologi eritrosit apusan darah tepi:
-makrositer
-anisositosis
-poikilositosis
-cabot ring, basofilik, howel jolly bodies
leukosit : neutropenia, hipersegmentasi
e. red cell survival time : 1/4- 1/2 Nml
f. sumsum tulang : 
-eritroid hiperplasia megaloblastosis
-metarubrisit megalosit rasio inti sitoplasma asinkron
-granulopoesis abnormal: giant metamielosit, hipersegmentasi
-megakariosit inti ireguler
-adanya eritro-fagositosis
-hemosiderin meningkat
g. non hematologi finding 
-analisa asam lambung : histamin fast achloridia, pepsin renin (-), vol asam total menurun,totalgastric failure





Friday, May 3, 2013

Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh (depleted iron store)  sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang yang pada akhirnya pembentukan hemoglobin berkurang.

Kelainan anemia defisiensi besi ini ditandai dengan :
- anemia hipokrom mikrositer
- besi serum menurun
- total binding iron capacity TIBC meningkat
- saturasi transferin menurun
- ferritin serum menurun
- pengecatan sumsum tulang negatif
-adanya respon terhadap pengobatan preparat besi

Komposisi besi dalam tubuh :
a. senyawa besi fungsional : hemoglobin, mieloglobin, enzim-enzim
b. senyawa besi transportasi : transferin
c. senyawa besi cadangan : ferritin dan hemosiderin

Absorpsi besi
sumber besi : sumber hewani
absorpsi besi : duodenum dan jejenum proksimal

Proses absorpsi besi :
a. fase luminal: besi dalam makanan diolah dalam lambung kemudian diserap di duodenum. besi dalam makanan dalam 2 bentuk :
- besi hem : terdapat dalam daging dan ikan, proporsi absorpinya tinggi, tidak dihambat oleh bahan penghambat sehingga mempunyai bioavailibilitas tinggi.
- besi non hem : berasal dari tumbuh-tumbuhan, proporsi absorpsinya rendah,dipengaruhi oleh bahan pemacu (vitamin C) atau penghambat (tanat, pytat, serat atau fibre)sehingga bioavailibilitasnya rendah.
      kemudian, besi dilepaskan ikatannya dengan senyawa lain oleh asam lambung, dan direduksi dari feri     menjadi fero yang siap diserap.
b. fase mukosal : proses penyerapan dalam mukosa usus yang merupakan suatu prose aktif. terutama pada mukosa duodenum dan jejenum proksimal
c. fase korporeal : proses transportasi besi dalam sirkulasi, utilisasi besi oleh sel-sel yang memerlukan serta penyimpanan besi (storage) oleh tubuh.
besi yang diserap oleh eritrosit pada epitel usus-->menuju kapiler usus--> dalam darah diikat oleh apotransferin menjadi transferin --> transferin melepas besi ke sistem RES mll proses pinositosis.

Banyaknya absorpsi besi tergantung pada :
- jumlah kandungan besi dalam makanan
- jenis besi dalam makanan : besi hem dan non hem
- adanya bahan penghambat atau pemacu absorpsi dalam makanan
- jumlah cadangan besi dalam tubuh
- kecepatan eritropoesis

etiologi anemia defisiensi zat besi :
a. kehilangan zat besi akibat perdarahan menahun spt pada :
-saluran cerna : tukak peptik, kanker lambung, kanker kolon, divertikulosis, hemoroid, infeksi cacing tambang.
- saluran genital : menorraghia atau methroragia
- saluran kemih : hematuria
- saluran napas : hemoptoe
b. faktor nutrisi : akibat jumlah besi total dalam makanan kurang, atau kualitas besi yang kurang baik (makanan banyak serat,rendah vitamin C, dan rendah daging)
c. kebutuhan besi meningkat : pada prematuritas, anak dalam masa pertumbuhan dan kehamilan
d. gangguan absorpsi besi



Thursday, May 2, 2013

Anemia

Kuliah pengantar dr. Husna sp.Pk : Hematopoesis.

Hematopoetik terjadi pada:
0-3 bulan : yolk sac
3-6 bulan : hati dan spleen
4 bulan intrauterin- dewasa  : sumsum tulang

Parameter dasar hematologi:
1. Hb laki-laki     : 14-16 g%
         perempuan : 12-14 g%
2. eritrosit
MCV = Ht : eritrosit x 10= 85 k 10 fl
MCH = Hb : eritrosit x 10 = 29,5 k 2,5 pg
MCHC = Hb : Ht x 100%= 32,5 k 2,5%
3. hematokrit
4. leukosit
5. trombosit

Pemeriksaan bahan khusus
a. anemia defisiensi fe
- serum iron
- TIBC
- ferritin
- saturasi transferin
- serum transferin
- hemosiderin urin
- sst

b. anemia hemolitik
- Hb plasma elektroforesis
- Hb F
- sugar water test
- ham's test
- resistensi osmotik
- coomb's test direct dan indirect
- spesifik antibodi
- Ig G, M , A dan D
- serum protein
- monoklonal antibodi
- vit b12 serum, folat serum
- eritrist life span
- reticulcyte count
- G6PD & enzim eritrosit
- BMP & biopsi

Klasifikasi anemia berdasarkan morfologi eritrosit dan klinisnya:
1. Anemia normokrom normositer
- MCV 80-95 fl, MCH 27-34pg
-anemia pasca perdarahan akut
- anemia aplastik-hipoplastik
- anemia hemolitik terutama bentuk yang didapat
- anemia akibat penyakit kronik
- anemia mieloplastik
- anemia ggk
- anemia mielofibrosis
- anemia sindrom mielodiplastik
- anemia leukemia akut

2. Anemia hipokrom mikrositer
- MCV<80 fl, MCH <27pg
- anemia defisiensi fe
-thalasemia
-anemia sideroblastik
-anemia akibat penyakit kronik

3. Anemia makrositer
-MCV >95fl
- megaloblastik : anemia def vit b12, anemia def asam folat
- non megaloblastik : anemia penyakit hati kronik, anemia pd mielodiplastik, anemia hipotiroid

Anemia adalah keadaan dimana massa eritrosit dan atau massa hemoglobin yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh dan secara laboratorik dijabarkan sebagai penurunan dibawah normal kadar hemoglobin, hitung eritrosit dan hematokrit (packet red cell).

Kriteria WHO 1968, dikatakan anemia bila :
laki-laki dewasa                 : Hb <13 g%
perempuan                         : Hb <12 g%
perempuan hamil                : Hb <11 g%
anak-anak 6-12 tahun        : Hb <12 g%
anak-anak 6 bulan-6 tahun : Hb <11g%

Kriteria praktis anemia di rumah sakit indonesia
- Hb <10 g/dl
- Ht <30 %
- eritrosit <2,8juta

Derajat anemia berdasarkan klasifikasi Hb :
ringan sekali : Hb 10 g/dl
ringan          : 8-9,9 g/dl
sedang        : 6-7,9 g/dl
berat           : <6 g/dl

Patofisiologi Anemia
Eritosit/Hb menurun--> kapasitas angkut oksigen menurun--> anoksia organ target --> mekanisme kompensasi tubuh-->gejala anemia
a. Anoksia organ target
-sistem kardiovaskular : lesu, cepat lelah, palpitasi, takikardi, sesak waktu kerja, angina pectoris dan gagal jantung
-sistem saraf : sakit kepala, pusing, telinga mendenging, mata berkunang-kunang, kelemahan otot, iritable, lesu, perasaan dingin di ekstermitas.

b. Mekanisme kompensasi tubuh thd anemia
- penurunan afinitas Hb thd O2-->meningkatkan enzim 2,3 DPG
- meningkatkan cardiac output
- redistribusi aliran darah
-menurunkan tekanan oksigen vena
-sistem urogenital: gangguan haid dan libido menurun
-epitel : warna pucat pada kulit dan mukosa, elastisitas kulit menurun, rambut tipis dan halus.

c. Gejala khas masing-masing anemia
- anemia def fe : disfagi, stomatitis angular, atrofi papil lidah
- anemia def asam folat : lidah merah (buffy tounge)
- anemia hemolitik : ikterus dan hepatosplenomegali
- anemia aplastik : perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi.

d. Gejala akibat penyakit dasar
-anemia def besi akibat infeksi cacing tambang: pembesaran parotis dan telapak tangan berwarna kuning
-kanker kolon : change of bowel habit dan feses bercampur darah dan lendir.

Pendekatan diagnostik pada anemia secara morfologis :
1. Anemia hipokrom mikrositer :
a. besi serum yang menurun
- TIBC meningkat, ferritin menurun, besi sumsum tulang negatif : anemia def fe
- TIBC menurun, ferritin normal.meningkat, besi sumtul positif : anemia akibat penyakit kronik
b. besi serum yang normal
- feritin normal, elektroforesis Hb, Hb A2 dan Hb F meningkat : thalasemia beta
- feritin normal, ring sideroblast dalam sumtul : anemia sideroblastik

2. Anemia normokrom normositer :
a. retikulosit meningkat
- tanda hemolisis + :
*test coombs negatif, riwayat keluarga + : enzinopati, membranopati pada hemoglobinopati
*test coomb negatif : mikrongiopati obat parasit
*test coomb positif  : AIHA
-riawayat perdarahan akut : anemia pasca perdarahan akut
b. retikulosit normal/menurun
-sumsum tulang hipoplastik : anemia aplastik
-sumsum tulang tumor ganas hematologi (leukemia,mieloma) : anemia pada leukemia akut/penyakit mieloma
-sumsum tulang infiltrasi : limfoma,kanker : anemia mieloptisik
-sumsum tulang normal : faal hati, faal ginjal, faal tiroid, peny. kronis : anemia pada ggk,peny hati kronik,hipotiroid.

3. Anemia makrositer
a. retikulosit meningkat :
-anemia def b12 dan asam folat
-anemia riwayat perdarahan akut : anemia pasca perdarahan akut
b. retikulosit normal/menurun
-sumsum tulang megaloblastik
*B12 serum rendah : anemia vit B12
*asam folat rendah : anemia def asam folat
-susum tulang non megaloblastik
*faal tiroid : anemia hipotiroid
*faal hati : anemia pd penyakit hati kronik
*diplastik : sindroma mielodiplastik

Sumber : Hematologi Klinik Ringkas, EGC



Ya ALLAH luluskan kami Ujian Blok 11

Ya Allah ujian blok 11 tentang hematolimfopoetik udah semakin dekat. tapi kenapa ayu merasa sangat takut dengan ujian sekarang. Ya Allah ayu mohon lancarkanlah ujian kami besok Ya Allah. permudahlah kami menjawab soal. dan luluskanlah kami ujian blok ini ya Allah.
haduuuh ayuuu.....hari gini baru mood buat belajar. padahal ujian tinggal menhitung hari. ingat ayu sekarang udah hari jumat. ujian hari selasa. cuma ada waktu belajar 3 hari lagi buat ngulang semua pelajaran tentang hematolimfopoetik. dari mulai anemia yang sangat banyak macamnya. anemia defisiensi ada anemia defisiensi  besi, anemia defisiensi vitamin B12, anemia defisiensi asam folat, anemia penyakit kronik. anemia gagal ginjal, anemia aplastik, anemia hemolitik, anemia hemolitik ada banyak lagi, apa-apa aja, yaitu anemia hemolitik ekstakorpuskular dan intrakorpuskular. ada anemia hemolitik yang bawaan dan di dapat. anemia hemolitik autoimun. anemia hemolitik non imun, anemia hemolitik karena parasit malaria. anemia hemolitik intrakorpuskular kalo gag salah ada yang defisiensi G6DP, sferositosis heerediter,dan hemoglobinopati yaitu thalasemia dan sicked cell anemia. dan satu lagi yang gag kalah penting yaitu anemia hemmoragic.

huuuuuuuuuh banyak banget. gila. oke sekarang harus kelar tentang anemia. pokonya pelajari tentang patogenesisnya,manifestasi klinis,diagnosis,diagnosis banding,pemeriksaan laboraturium dan penunjang, penatalaksanaan dan prognosisnya. pelajari deh tuh anemia yang beragam jenisnya se detail detailnya kalo bisa. oke semangat ayu! yes you can do it! say no to lazy!

abis itu baru lanjut tentang keganasan sel darah putih, yups that is leukemia. leukemia ada banyak lagi. leukemia mieloblastik akut dan kronik. leukemia limfoblastik akut dan kronik.
teruuuuss tentang hemostasis proses pembentukan bekuan luka oleh trombosit,faktor koagulasi dan kawan-kawanya. ada 13 kaskade faktor koagulasi sehingga menutupnya luka. mulai dari faktor 1 yaitu fibrinogen dan lanjut ke faktor 13 apa yaaa... hmmm
terus banyak lagi jenisnya penyakit yang diakibatkan oleh kelainan trombosit dan derivatnya ini. mulai dari gangguan jumlah trombosit jadi trombositopenia, gangguan fungsinya trombosis terbentuk trombus dimana. da ada dissaminated intravascular coagulation, ada lagi hemofilia akibat kekurangan faktor pembekuan. hemofilia A def faktor VIII dan hemofilia B def faktor IX. daaaaaaaaaaannnnnnnnn
kita akan berlajut ke sistem limfatik. yaitu ke spleennya, splenomegali. ada limfadenopati akibat keganasan dan infeksi. limfoma maligna hodgkin dan non hodgkin. limfadenitis tuberkulosis.
kemudian  kita akan berlanjut ke transfusi darah, apa2 aja. of course ada sistem penggolongan darah yang sangat banyak tapi cukup yang paling banyak digunakan aja yaitu ABO dan Rhesus. terus ada cross match. dan ada tentang komponen-komponen darah yang dapat ditransfusikan,ada tentang indikasinya serta prosedur. kemuadian reaksi transfusi dan penatalaksanaanya. serta pencegahan.
hua hua hua berasap kepalaku dibuatnya. enaknya kepala ni direndamin aja ke bak biar dingin kali ya.
ato di masukin ke freezer kulkas. heuheuheuheu

good morning! cheers for a cup of coffee^_^