Sunday, November 9, 2014

Perubahan fisiologis dan psikologis pada masa hamil

Perubahan – Perubahan Fisiologi pada masa hamil
1.         Rahim atau Uterus
        Perubahan fisiologis selama kehamilan pada uterus adalah uterus akan membesar pada bulan – bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Berat uterus normal ± 30 gram, pada akhir kehamilan (40 minggu) menjadi 100 gram, dengan panjang ± 20 cm dan dinding ± 22,5 cm. Hubungan antara besarnyauterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil fisiologik, atau hamil ganda, atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 89). Sumber lain juga menyebutkan "rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertropi dan hiperflasia sehingga beratnya menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan" (Manuaba, 1998 : 106).
2.         Serviks uteri
        Perubahan fisiologis selama kehamilan pada serviks uteri terjadi juga karena pengaruh hormon estrogen. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanyahipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 89).
3.         Vagina dan Vulva
        Perubahan fisiologis selama kehamilan pada vagina dan vulva juga terjadi akibat hormon estrogen yang mengalami perubahan. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkanvagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (livide). Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna porsiopun tampak livide (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).
4.         Ovarium
        Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu.  korpus luteum graviditatisberdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian mengecil setelah plasenta terbentuk  (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).
5.         Mamma
        Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin, estrogen, danprogesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Dibawah pengaruh progesterondan somatomammotropin terbentuk lemak disekitar kelompok-kelompok alveolussehingga mamma menjadi lebih besar. Papila mamma akab lebih membesar, lebih tegak, dan tampak  lebih hitam, seperti seluruh aerola mamma karena hiperpigmentasi(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95). Sumber lain menyebutkan "sedikit pembesaran payudara, peningkatan sensitivitas dan ras geli mungkin dialami khususnya oleh primigravida, pada kehamilan minggu ke-4. Cairan yang jenrnih ditemukan dalam payudara pada usia kehamilan 4 minggu dan kolostrum dapat diperah keluar pada usia kehamilan16 minggu (Farrer, 2001 : 64).
6.         Sirkulasi Darah
        Perubahan fisiologis selama kehamilan pada terjadi pula pada sirkulasi darah. Perubahan sirkulasi darah ini terjadi akibat adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang terus membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lainnya yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30% (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).
7.         Sistem Respirasi
        Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek napas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma sehinggadiafragma kurang leluasa bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%, seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).
8.         Traktus digestivus
        Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nusea). Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivusmenurun, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Tidak jarang dijumpai pada bulan-bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya terjadi pada pagi hariyang dikenal sebagai morning sickness (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).
9.         Traktus Urinarius
        Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidarum keluar dari rongga panggul. Pada akhir kahamilan bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 97.
10.     Kulit
        Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melalnophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama, juga di daerah aerola mamma.Linea alba pada kehamilan menjadi hitam, dikenal dengan linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak-retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan, disebut striae albikantes (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96). Sumber lain menyebutkan "pigmentasi yang lebih gelap terjadi pada puting dan aerola mammae, wajah (kloasma-topeng kehamilan) dan garis tengah abdomen (dari bagian atas umbilikus hingga rambut pubis)-linea nigra (Farrer, 2001 : 65).
11.     Metabolisme dalam Kehamilan
        Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi, sistem endokrin juga meninggi, dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glandula tireoidea) (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 98). Secara umum dampak dari metabolisme ini akan terjadi kenaikan berat badan. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6,5-16,5 kg rata-rata 12,5 kg. Kenaikan berat badan ini terutama terjadi dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kenaikan berat badan ini disebabkan oleh hasil konsepsi (fetus, plasenta, dan likuor amnii) dan dari ibu sendiri (uterus dan mamma yang membesar, volume darah yang meningkat, lemak dan protein lebih banyak dan akhirnya adanya retensi air) (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 98).
12.     Edema
        Edema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal fisiologis. Namun bila disertai edema di tubuh bagian atas seperti muka dan lengan, terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah, maka dapat dicurigai adanya preeklamsia (Manjoer, dkk, 2001 : 258).
13.     Tulang dan Gigi
        Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen-ligamen melunak (softening). Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian. Apabila pemberian makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan janin, kalsium maternal pada tulang-tulang panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan ini. Bila konsumsi kalsium cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium (Mochtar, 1998 : 38).

1.4        Perubahan – perubahan Psikologis masa hamil
1.4.1        TRIMESTER  I
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen tentang kenyataan bahwa ia hamil.
Perasaan ambivalen ini biasanya berakhir dengan sendirinya seiring ia menerima kehamilannya, sementara itu, beberapa ketidaknyamanan pada trimester pertama, seperti mual , kelemahan, perubahan nafsu makan, kepekaan emosional, semua ini dapat mencerminkan konflik dan defresi yang ia alami dan pada saat bersamaan hal-hal tersebut menjadi pengingat tentang kehamilannya.
a.     Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya.
b.    Selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya.
c.     Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil.
d.    Mengalami gairah seks yang lebih tinggi tapi libido turun.
e.     Khawatir kehilangan bentuk tubuh.
f.     Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga.
g.    Ketidakstabilan emosi dan suasana hati.
h.    Mencari tanda-tanda untuk meyakinkan bahwa dirinya hamil
i.      Hasrat untuk melakukan hubungan seks pada trimester pertama berbeda2, kebanyakan wanita hamil mengalami penurunan pada periode ini
Pada trimester I atau bulan-bulan pertama ibu akan merasa tidak berdaya dan merasa minder karena ibu merasakan perubahan pada dirinya. Segera setalah konsepsi kadar hormon estrogen dan progesterone meningkat, menyebabkan mual dan muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan pembesaran payudara

1.4.2        TRIMESTER II
ü  Ibu sudah mulai merasa sehat dan mulai bisa menerima kehamilannya.
ü  Mulai merasakan gerakan bayi dan merasakan kehadiran bayi sebagai seseorang di luar dirinya.
ü  Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban.
ü  Libido dan gairah seks meningkat.
ü  Ibu merasakan adanya perubahan pada bentuk tubuh yang semakin membesar sehingga ibu merasa tidak menarik lagi dan merasa suami tidak memperhatikan lagi
ü  Ibu merasakan lebih tenang dibandingkan dengan timester I karena nafsu makan sudah mulai timbul dan tidak mengalami mual muntah sehingga ibu lebih bersemangat
ü  Biasanya ibu lebih bisa menyesuaikan diri dengan kehamilan selama trisemester ini dan ibu mulai merasakan gerakan janinnya pertama kali.
1.4.3        TRIMESTER  III
.
Trimester ketiga merupakan waktu, persiapan yang aktif terlihat dalam menanti kelahiran bayi dan menjadi orang tua sementara perhatian utama wanita terfokus pada bayi yang akan segera dilahirkan. Pergerakan janin dan pembesaran uterus, keduanya menjadi hal yang terus menerus mengingatkan tentang keberadaan bayi. Wanita tersebut lebih protektif terhadap bayinya. Sebagian besar pemikiran difokuskan pada perawatan bayi. Ada banyak spekulasi mengenai jenis kelamin dan wajah bayi itu kelak. Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ketiga. Wanita mungkin merasa cemas dengan kehidupan bayi dan kehidupannya sendiri. Seperti: apakah nanti bayinya akan lhir abnormal, terkait persalinan dan pelahiran (nyeri, kehilangan kendali, hal-hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi.
Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatian dan hak istimewa khusus lain selama kehamilan, perpisahan antara ia dan bayinya yang tidak dapat dihindari, dan perasaan kehilangan karena uterusnya yang penuh secara tiba-tiba akan mengempis dan ruang tersebut menjadi kosong. Depresi ringan merupakan hal yang umum terjadi dan wanita dapat menjadi lebih bergantung pada orang lain lebih lanjut dan lebih menutup diri karena perasaan rentannya.
Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek, berantakan, dan memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya. Pada pertengahan trimester ketiga, peningkatan hasrat seksual yang terjadi pada trimester sebelumnya akan menghilang karena abdomennya yang semakin besar menjadi halangan. Alternatif untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat 6 Menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan cara-cara tersebut. Berbagi perasaan secara jujur dengan pasangan dan konsultasi mereka dengan anda menjadi sangat penting.
Perubahan lainnya adalah :
-          Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.
-          Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak normal.
-          Semakin ingin menyudahi kehamilannya.
-          Tidak sabaran dan resah.
-          Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya.
-          Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya.

Klikdokter.com - Kesiapan untuk menjadi ibu hamil tidak hanya dituntut kesiapan secara fisik, namun juga mental. Karena sedikit banyak hal tersebut berguna untuk mempersiapkan diri dalam datangnya gejala-gejala perubahan fisik tubuh yang mempengaruhi kondisi kejiwaan sang calon ibu.

Umumnya banyak perubahan yang terjadi secara fisik pada ibu hamil. Seperti perubahan bentuk tubuh dengan badan yang semakin membesar, 
munculnya jerawat di wajah atau kulit muka yang mengelupas. Namun satu hal yang pasti, perubahan secara mental pada ibu hamil sangat sulit ditebak dan tidak selalu sama terjadinya pada satu sama lain ibu hamil ataupun pada setiap kehamilan.

Hal tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi keadaan emosi calon ibu yang biasanya malah 
menimbulkan efek depresi. Terjadinya stres bisa ditandai dengan peningkatan detak jantung dan peningkatan hormon pemicu stres.

Perlu diketahui bahwa setiap detak jantung ibu tentu dapat dirasakan pula oleh janin. Oleh karena itu, jika ibu sering mengalami stres, maka detak jantung semakin meningkat. 
Detak jantung yang semakin keras dapat mempengaruhi gerakan pada janin. Hal ini akan mengakibatkan janin akan lebih aktif bergerak-gerak di dalam rahim.

Selain detak jantung meningkat, hormon pemicu stres pun ikut meningkat. Peningkatan itu dapat mempengaruhi kondisi dari si ibu, seperti ibu kurang tidur, nafsu makan terganggu, cemas dan lain-lain.

Ibu hamil yang kurang waktu tidurnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena waktu untuk beristirahat pun berkurang. Dan apabila stres yang muncul mempengaruhi nafsu makan ibu yang berkurang, akibatnya bisa berbahaya. Pasokan makanan bergizi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin tentu berkurang pula. Karena pasokan makanan bergizi kurang, maka dikhawatirkan pertumbuhan janin akan terganggu.

Dalam aspek psikologis, stres pada ibu hamil dapat dibagi terbagi menjadi tiga tahapan:

Dalam aspek masa perkembangan kehamilan, stres pada ibu hamil dapat dibagi dalam tiga tahapan:
1. Tahap pertama adalah pada triwulan pertama. (Masa kehamilan 0-3 bulan)
Dalam kurun waktu tersebut, biasanya ibu belum terbiasa dengan keadaannya, di mana adanya perubahan hormon yang mempengaruhi kejiwaan ibu, acapkali timbul perasaan sering merasa kesal atau sedih yang berlebihan.

Disamping itu, ibu hamil pada masa triwulan pertama banyak juga yang mengalami mual-mual di pagi hari yang mengakibatkan stres dan gelisah.

2. Tahap kedua saat triwulan kedua. (Masa kehamilan 4-6 bulan)
Dalam kurun waktu ini, biasanya ibu sudah merasa sedikit tenang, karena telah teradaptasi dengan keadaan. Pada tahap ini, ibu hamil sudah dapat melakukan aktivitas, termasuk aktivitas hubungan suami istri.

3. Tahap ketiga yakni trimester ketiga. (Masa kehamilan 7-12 bulan)
Stres pada ibu hamil akan meningkat kembali. Hal ini terjadi karena terpicu oleh kondisi kehamilan yang semakin membesar. Kondisi ini tidak jarang memunculkan masalah seperti posisi tidur yang kurang nyaman dan mudah terserang rasa lelah.

Ditambah lagi semakin bertambah dekatnya waktu persalinan pun akan membuat tingkat stres ibu semakin tinggi. Perasaan cemas muncul bisa dikarenakan si ibu memikirkan proses melahirkan serta kondisi bayi yang akan dilahirkan.
Kiat-kiat mengatasi stress pada masa kehamilan.
·         Carilah penyebab stres
Cobalah untuk 
mencari tahu apakah penyebab stres Anda. Apakah berkaitan dengan hubungan personal atau berhubungan dengan pekerjaan Anda atau lainnya dan carilah jalan yang efektif untuk dapat mengatasi dan menghadapinya.
·         Diet makan yang sehat & baik
Bila kita sehat dan dalam kondisi prima, kita akan dapat mengatasi stres dengan cara lebih baik. Untuk itu, Anda harus tetap menjaga 
diet makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan lakukanlah olahraga teratur yang akan membantu Anda untuk tetap fit.
·         Berolahragalah
Jelas sekali, untuk aktivitas yang satu ini, walaupun kondisi Anda sedang tidak hamil pun olahraga sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin demi kesehatan tubuh dan jiwa. Namun porsi olahraga yang ada pun disesuaikan dengan kondisi kehamilan sang calon ibu.
·         Kurangi kebiasaan buruk
Dalam hal ini, acapkali ketika dalam kondisi depresi jiwa seolah membutuhkan 'obat instant' yang mampu menghilangkan rasa stress yang ada. Seringkali timbul beberapa 
kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman keras, dan lain sebagainya.

Hendaknya hal ini mulai dihilangkan. Gantikan dengan aktifitas yang lebih berguna, seperti berolahraga, bernyanyi , mengunyah permen karet, makan buah, adakan momen berbagi dengan sahabat atau pasangan, atau aktifitas apapun yang bisa dilakukan guna mengalihkan keinginan yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.
·         Libatkan diri dalam aktivitas
Bergabunglah dengan perkumpulan sosial dengan ibu-ibu hamil. Ikutilah aktivitas meditasi, yoga dan terapi pijatan yang mampu membantu mengurangi ketegangan pada otot-otot Anda. Dengan adanya proses tujuan relaksasi tersebut maka akan dapat menurunkan hormon stres dan memperlambat detak jantung lebih berirama.
·         Istirahat yang cukup dan nyaman
Pastikan 
waktu istirahat cukup. Kondisikan tempat anda beristirahat adalah tempat yang menyamankan anda. Cobalah untuk berbaring pada satu sisi (sisi kiri dianjurkan) sambil dengarkan musik yang lembut, bayangkan diri Anda di tempat yang disukai misalnya di pantai, di taman dan sebagainya.
·         Konsultasikan dengan dokter
Utarakan keluhan kesehatan Anda. Komunikasikan dengan tanpa keraguan dan malu. Dokterlah yang memiliki kompetensi menilai apakah Anda memerlukan pengobatan atau tidak. Lakukan secara berkala tetap. Sehingga hal indikator sesepele apapun dapat terdeteksi sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan secepat dan sebaik mungkin.


D.     Pengaruh perubahan psikologis pada ibu hamiln terhadap janin yang dikandung
v  Masalah psikologis ibu berpengaruh pada kondisi janin yang dikandungnya. Jika masalah ini terjadi saat trimester I maka akan berpengaruh fatal pada proses pembentukan organnya.
v  Trauma dan stress berkepanjangan menyebabkan anak hiperaktif. Selain itu memicu kelahiran premature dan tidak berkembangnya janin. ( Shinto, 2009 )
v  Setelah trimester pertama pembentukan organ telah selesai. Artinya, janin sudah lebih kuat menghadapi pengaruh dari luar. Selain itu, janin sudah mampu mendengar dan bereaksi terhadap sentuhan dari luar dan sudah bias merasakan kondisi psikologis ibunya.
v  Kondisi ibu yang selalu menyenangkan bias membuat pertumbuhan janin optimal.

E.     Cara mengatasi kondisi perubahan psikologis pada ibu hamil
v  Dapatkan informasi dari berbagai sumber tentang perubahan kondisi fisik dan psikologis pada saat kehamilan, terutama ibu hamil untuk anak pertama.
v  Komunikasi dengan suami segala hal yang dialami oleh ibu hamil, agar terjadi saling pengertian dan dukungan dari keluarga tentang perubahan yang dialami.
v  Untuk menjaga kesehatan dan perkembangan janin yang normal, rajin chek up / periksa kehamilan.
v  Makan makanan yang sehat, bergizi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi.
v  Tetap menjaga penampilan.
v  Kurangi kegiatan yang bisa membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin.
v  Dengarkan music agar lebih rileks menghadapi setiap perubahan yang ada.
v  Melakukan senam hamil untuk dapat membantu ibu hamil menormalkan perubahan psikologis.

v  Latihan pernapasan yang teratur untuk mempersiapkan fisik pada waktu melahirkan.

Wednesday, December 11, 2013

Nyeri Kepala

Nyeri kepala berdasarkan nyerinya harus dibedakan, baik nyeri kepala yang berdenyut, nyeri yang terasa ditekan/diikat dan nyeri yang hanya mengenai daerah disekitar mata. pasien harus teliti mendeskripsikan nyerinya sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

  Nyeri kepala Primer ada 4 macam :
1. migren
2. tension type headache
3. nyeri kepala klaster
4. sefalgia trigeminal otonom dan yg lainnya

 Nyeri kepala Sekunder :
a. nyeri kepala berkaitan trauma kepala atau leher
b. nyeri kepala berkaitan kelainan vaskular kranial
c. nyeri kepala berkaitan kelainan vaskuler intrakranial
d. nyeri kepala berkaitan substansi/withdrawl nya
e. nyeri kepala berkaitan infeksi
f. nyeri kepala berkaitan kelainan homeostasis
g. nyeri kepala berkaitan kelainan kranium,leher, mata, telinga, hidung, sinus.
h. nyeri kepala berkaitan psikiatri.

Skala Verbal Derajat Keparahan Nyeri Kepala menurut Internasional Headache Society :
0 : no headache : normal, tidak ada nyeri kepala
1 : mild headache, nyeri kepala ringan : dapat melakukan pekerjaan sehari-hari/aktifitas normal.
2 : moderate headache, nyeri kepala sedang : aktifitas terganggu tetapi tidak sampai menghalangi kegiatan aktifitas normal sehari-hari (tidak membutuhkan istirahat).
3 : severe headache, nyeri kepala berat : tidak dapat melakukan/meneruskan aktifitas kerja normal sehari-harinya (memerlukan istirahat tidur, kalau perlu rawat inap dirumah sakit).



MIGREN
A. MIGREN TANPA AURA (COMMON MIGRAINE)
- merupakan nyeri kepala yg tidak berkaitan dg penyakit lain
- berulang-ulang sekurang-kurangnya 5x serangan
- unilateral
- berdenyut
- intensitas sedang sampai berat (moderat/severe pain intensity)
- dg lama serangan selama 4-72 jam
- akan bertambah berat dg aktifitas fisik
- dan diikuti dg mual muntah dan atau fotofobia/fonofobia.

catatan : jika serangan nyeri kurang dr 5x bisa dimasukkan ke probable migraine.

B. MIGREN DENGAN AURA (CLASSIC MIGRAINE)
- nyeri kepala yg menyerupai migren tanpa aura berulang sekurang-kurangnya 2x
- bersamaan atau didahului gejala aura homonym/ neurologik batang otak atau serebral yg reversible berlangsung 5-20 menit kurang dari 60 menit.
- nyeri kepala berlangsung 4-72jam.
  • aura visual yg reversible spt: positif phenomena (scintillating scotoma/cahaya yg berkedip2, bintik2 atau garis2)  (homonymous visual distrubances,hilangnya salah satu sisi lapangan pandang). persepsi dari cahaya sinar berbagai warna pd salah satu mata yg bergerak pelan. Negatif phenomena: aura visual scotoma yg timbul pd salah satu atau kedua mata. atau berbentuk zigzag/fortification spectra scotoma. dan photopias yaitu kilat cahaya yg menyilaukan.
  • aura sensoris yg reversible : positif (pins and needles) dan atau negatif (hilang rasa/kebas atau panas separuh badan). hemisensori parestesia
  • aura bicara dysphasia yg reversible sempurna.

Faktor Pencetus Migren :
  • alkohol
  • asap
  • bau2an/parfum
  • cuaca
  • cahaya terang
  • gangguan tidur (oversleep/sleeplessness)
  • hormonal pada wanita (menstruasi)
  • kelelahan
  • makanan
  • nyeri leher
  • panas 
  • aktifitas seksual
Terapi migren :
1. acetaminophen(analgetik) plus aspirin dan caffeine
2. oral aspirin (analgetik)
3. oral ibuprofen (NSAID)
4. oral naproxen sodium (NSAID)
5. dihydroergotamine SC, IM, IV
6. dihydroergotamine and antiemetic IV
7. intranasal dihydroergotamin
8. prochlorperazine
9. oral rizatriptan
10. oral naratriptan
11. sumatriptan SC, intransal, oral
12. oral zolmitriptan

Terapi abortif migren non spesifik :
1. parasetamol 500-1000mg/6-8jam
2. aspirin 500-1000mg/4-6jam, dosis maksimal 4 gr/hr
3. ibuprofen 400-800 mg/6jam, dosis maksimal 2,4gr/hr
4. naproxen sodium 275-550mg/2-6jam/hr, dosis maksimal 1,5gr/hr
5. diklofenak potasium 50mg-100mg/hr single dose (NSAID)
6. metoclopramide 10mg IV atau oral 20-30menit sebelum atau bersamaan dg pemberian analgetik, NSAID, atau ergotamin derivate. menghilangkan nyeri disertai mual muntah dan memperbaiki motilitas gastrik, mempertinggi absorbsi obat dalam usus dan efektif di kombinasikan dg dihidroergotamin IV.

TENSION TYPE HEADACHE
1. EPISODIC TENSION TYPE HEADACHE
- nyeri kepala bilateral, menekan atau mengikat
- tidak berdenyut.
- mild or moderate
- tidak ada mual/muntah
- mungkin ada fotofobia/fonofobia.
- paling tidak terdapat 10 serangan dalam <1 hari/bulan atau <12hari/bulan
- nyeri kepala berakir dalam 30 menit-7hari
- tidak ada hubungan dg nyeri kepala lain.
- ada atau tidak dengan gejala nyeri tekan pada daerah perikranial terhadap palpasi manual

faktor pencetus tension type headache:
  • gangguan tidur
  • stress emosional
  • menstruasi
  • disfungsi oromandibular
  • stress psikososial
  • ansietas
  • depresi
  • fenomena delusi
  • stress otot
  • drug over-use
  • penyakit metabolic dan struktural
TATALAKSANA
tindakan yang utama adalah:
a. ekslusikan kemungkinan suatu nyeri kepala sekunder
b. pastikan diagnosa spesifik jenis nyeri kepala primer
c. identifikasi penyakit komorbid medis klinik maupun psikiatrinya
d. terangkan sebaik2nya kepada pasien bahwa penyakitnya akan ditangani secara serius.

terapi farmakologi
1. pada serangan akut dan tidak boleh >2hari/minggu.
  • analgetik : acetaminophen 1000mg/hr, aspirin 1000mg/hr. NSAID (naproxen 660-750mg/hr, ketoprofen 25-50mg/hr, tolfenamic 200-400mg/hr, ibuprofen 800mg/hr, diclofenac 50-100mg/hr, indometasin,mefenamic). pemberian bersama analgetik bisa menyebabkan iritasi gastrointestinal, penyakit ginjal dan hear, gangguan fungsi platelet.
  • cafein (analgetik ajuvamt) 65mg
  • kombinasi : 325 aspirin,acetaminophen + 40mg caffein
2. untuk akut dan kronik
  • antidepresan. trisiklik (amitriptilin) atau SSRI (fluoxetin,paroxetine, sertralin, fluvoxamin) 
  • anti ansietas. golongan benzodiazepin (buspirone, lorazepam, alprazolam, diazepam, chlorazepate)
Terapi non-farmakologi:
-kontrol diet
-hindari faktor pencetus
-hindari pemakaian harian obat analgetik, sedatifndan ergotamin
-behaviour treatment
-pengobatan profilaksis
-management terapi stres
-kalau perlu pengobatan neuroendokrin

CLUSTER HEADACHE
-serangan nyeri yg amat sangat, unilateral
-disekitar mata/orbita, supraorbital
- dan bisa menyebar didaerah temporal
- serangan berlangsung 15-180menit dan bisa berulang. frekuensi 1-8x/hr
- gejala penyerta ispilateral berupa : conjunctival injection, lakrimasi, nasal congestion, rhinorrhea, kening dan wajah berkeringat, miosis, ptosis, dan edema daerah kelopak mata.
-selama serangan sbgian besar pasien gelisah atau agitasi.
- serangan bisa berlangsung selama beberapa minggu ataupun beberapa bulan

patofisiologi :
keterlibatan histamine intrinsik sebagai mediator proses dilatasi ateri karotis eksterna. dan adanya ketrlibatan arteri karotis interna krna adanya nyeri retroorbital, penurunan aliran darah supraorbital, sistem simpatis pada pupil.jantung, dan pola keringat pada wajah.

TERAPI:
abortif (fase akut):
1. inhalasi oksigen (masker muka) 100% 7L/ml selama 15 menit
2. dihydroergotamin (DHE) 0,5-1,5 mg IV
3. sumatriptan injeksi SC 6 mg
4. zolmitriptan 5mg atau 10mg peroral
5. anestesi lokal : 1ml ldokain intranasal 4%
6. indometasin
7. opioids
8. ergotamin aerosol
9. gabapentin  atau topiramat
10. methoxyflurane

sumber : nyeri kepala dan vertigo. Prof. DR.dr. hasan sjahrir SpS(K). pustaka cendikia press. cetakan pertama 2008

Monday, November 25, 2013

wawancara psikiatri

autoanamnesis dan alloanamnesis.

tujuan wawancara :
1. mengumpulkan data riwayat masalah pasien
2. memeriksa keadaan mental pasien
3. menegakkan diagnosis
4. merencanakan terapi

I.SIKAP MEPERKENALKAN DIRI DAN MEMBINA HUBUNGAN BAIK DOKTER-PASIEN.
   syarat-syarat: - lingkungan nyaman (tidak bising, tidak ada bunyi telephone, orang lalu lalang,dll)
                        - sesuaikan bahasa dg pasien
    a. beri salam dan senyum : assalamualaikum, selamat pagi/siang/sore :) :)
    b. perkenalkan diri : sebutkan nama, bertugas di
    c. duduk berhadapan dan ada kontak mata
    d. tujuan wawancara
    f. bantu pasien agar merasa cukup nyaman memberikan informasi
    g. tanyakan keluhan pasien datang yang membawanya datang mencari pertolongan.

II. MENJADI PENDENGAR YANG BAIK
      ( beri pasien kesempatan bicara, kontak mata- rileks- sikap terbuka-
        hangat- empatik- memberi perhatian sepenuhnya- suara lembut- tidak memotong pembicaraan- tidak
        menghakimi- tidak memberi penilaian- mengaggukkan kepala dan mengatakan "ya, saya mengerti" )
   h. Bina saling percaya (hargai pasien, berempati, dan mengerti perasaannya)
       minta izin terlebih dahulu kepada pasien bila ingin bertanya kepada keluarga/suami/istri/anak.
   i.  Perhatikan komunikasi pasien verbal dan nonverbal
        komunikasi nonverbal : - ekspresi wajah: tatapan mata, kerut dahi, alis, hidung, dan kesesuaian antara
                                              sorot mata dan ekspresi wajah
                                            - suara : nada, intonasi, jeda kata, cara bicara
                                            - sikap tubuh : cara bersikap, gerakan tubuh, tangan dan kaki
                                            - reaksi fisiologis : wajah merah/pucat, berkeringat, napas tersengal, pupil mata
                                              melebar
                                            - penampilan: cara berpakaian, sikap dalam duduk dan berdiri.
   j. gunakan pertanyaan terbuka misal bagaimana keadaan dirumah sekarang bapak/ibu?
      dan pertanyaan tertutup dg jawaban ya atau tidak. misal: apakah bapak/ibu berpikir untuk bunuh diri? 
     pernahkah bapak/ibu berobat untuk keluhan ini?

 III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
       - onset, deviasi, dan perubahan gejala dari waktu ke waktu
      - stress pemicu : kehilangan, kematian, PHK. kehilangan uang/harta.
       - persepsi pasien tentang dirinya. atau persepsi orang lain tentang pasien (pasangan/orangtua)
       - gangguan dan pengobatan sebelumnya
       - kemampuan pasien (pekerjaan, sekolah, rumah)

1V. RIWAYAT PRIBADI
      - perkembangan
      - info tentang perkembangan usia dini (riwayat kehamilan, kelahiran) dr keluarga.
      - temperamen waktu kecil, kejadian penting dalam keluarga (kematian perpisahan,perceraian) yg dapat
        mempengaruhi temperamen ini
     - riwayat sekolah, teman, stabilitas keluarga (misal keluarga yg tidak nyaman, sering marah-
       marah, orangtua tua yg sering bertengkar), penelantaran atau penganiayaan, hubungan pasien dg
       orangtua, saudara kandung, dan teman merupakan parameter penting.

V. RIWAYAT SOSIAL
1. apakah pasien pendiam dan tidak berkawan atau mudah dan banyak kawan.
2. apakah ada perubahan kepribadian yang dirasakan oleh pasien atau diamati oleh keluarga atau teman.
    misal : dulu orang yg periang tiba tiba jadi pendiam. atau sebaliknya
3. status perkawinan dan taraf fungsi seksual sekarang
4. riwayat pekerjaan (sudah berapa kali pindah dan alasan pindah), masalah alkohol dan perilaku anti sosial.
5. riwayat berurusan dg aparat (masalah disiplin atau tindak kekerasan misal: pernah masuk penjara)

VI. RIWAYAT KELUARGA
a. riwayat penyakit genetik,sikap keluarga thd gg jiwa dan pengobatannya
b. riwayat masalah kesehatan jiwa pd anggota keluarga (gg jiwa, problem NAPZA, usaha bunuh diri)
c. riwayat jenis obat yg berhasil baik untuk terapi pd gg yg sama.

VII. RIWAYAT PSIKIATRIK
a. masalah kesehatan jiwa sebelumnya
b. riwayat pengobatan : nama dokter, tempatnya, jenis obat, dosis obat dan hasi terapi

VIII. RIWAYAT PENGGUNAAN ATAU PENYALAHGUNAAN ZAT
a. secara hati2 tanyakan juga penggunaan narkoba,psikotropika,alkohol,rokok dan dampaknya kepada pasien termasuk aspek legal.

IX. RIWAYAT PERILAKU BURUK
a. kebiasaan berjudi
b. kekerasan dalam rumah tangga
c. kebiasaan yang bersifat anti sosial






pemeriksaan fungsi sensorik

tujuan : melakukan dan menjelaskan berbagai cara pemeriksaan sensorik.

-beri salam
-perkenalkan diri
-tanya nama pasien
-jelaskan pemeriksaan yang akan dilakukan kepada pasien.
yaitu ada 5 pemeriksaan (pemeriksaan sensasi suhu, getar dan vibrasi, sensasi tekan, nyeri dalam, gerak dan posisi)
-jelaskan tujuan pemeriksaan. untuk mengetahui fungsi sensorik normal/tidak. baik itu utk sensasi suhu,getaran,tekanan,nyeri dalam, maupun gerak dan posisi.
- inform consent. apakah pasien bersedia atau tidak.
- pasien diminta utk berbaring 

1. PEMERIKSAAN SENSASI SUHU.
-baiklah, sekarang kita akan melakukan pemeriksaan sensasi suhu kepada ibu.
-alat yang digunakan ada tabung yg berisi air dingin dan air panas.
-cara pemeriksaannya nanti saya akan menempelkan tabung ini ke kulit bapak/ibu pada ekstemitas atas dan bawah.
-bila bapak/ibu merasakan panas bilang panas, bila merasakan dingin bilang dingin.
-minta pasien menutup mata
-cobakan terlebih dahulu pada tangan pemeriksa!
-lakukan untuk tabung panas terlebih dahulu
-kemudian dilanjutkan dengan ransangan untuk tabung dingin
-kemudian lakukan secara bergantian panas dan dingin. jika pasien tidak dapat membedakan panas atau dingin disebut isotermonogsia.

II. PEMERIKSAAN SENSASI GETAR DAN VIBRASI
-pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan garpu tala.
-dimana garpu tala digetarkan terlebih dahulu ke benda padat atau keras
-kemudian pangkal garpu tala ditempelkan pada tulang sendi. (prosesus stiloideus radius/ulna, maleolus lateral/medial)
- minta pasien menyebutkan jika terasa getaran bilang iya jika sudah tidak ada bilang tidak.
- minta pasien menutup mata
- lakukan pemeriksaan secara bergantian mulai dari ekstermitas atas kedua sisi dan lanjutkan ke ekstermitas bawah.

III. PEMERIKSAAN SENSASI TEKAN
-pemeriksaan dengan menggunakan jari tangan
-dilakukan dengan menekan kulit pasien pada stuktur subkutan yaitu massa otot, tendo, saraf dengan ujung  jari pemeriksa
-minta pasien menyatakan jika ada tekanan bilang iya dan jika tidak bilang tidak dan daerah mana yang ditekan
-minta pasien menutup mata
-lakukan pemeriksaan mulai dari tangan kedua sisi kemudian kaki
-kemudian lakukan penekanan pada 2 titik, tanyakan bagian mana yang oaling terasa tekanannya dan minta pasien menunjukkan.

IV. PEMERIKSAAN SENSASI NYERI DALAM
-pemeriksaan ini dilakukan dengan menekan/mencubit dengan jari telunjuk dan ibu jari pada tendo archiles.
-minta pasien menyatakan ya bila terasa nyeri
-minta pasien menutup mata
-lakukan pemeriksaan

V. PEMERIKSAAN SENSASI GERAK DAN POSISI
-pemeriksaan ini dilakukan dengan menggerakkan jari pasien secara pasif oleh pemeriksa baik jari kaki maupun jari tangan.
-jari pasien harus dalam keadaan relaksasi dan harus dipisahkan dari jari-jari lainnya sebelah kiri/kanan agar tidak bersentuhan dan tidak membuat bias pemeriksaan.
-minta pasien menyatakan iya jika ada suatu gerak dan mengatakan ada perubahan posisi jari keatas/kebawah dan jari mana yang digerakkan.
-minta pasien munutup mata
-lakukan pemeriksaan dengan menggerakan salah satu jari penderita dan gerakkan keatas.kebawah.

Friday, November 1, 2013

pemeriksaan fungsi motorik

tujuan:
mampu melakukan pemeriksaan kekuatan otot (lengan atas.lengan bawah, tangan, tungkai atas, tungkai bawah, kaki) dilakukan pd kedua sisi bagian tubuh.

untuk mengetahui ada tidaknya kelumpuhan(paresis,hemiparesis atau paraparesis dan menilai kelumpuhan LMN jika terdapat lesi disaraf tepi yg bersifat paresis fokal segmental).

harus mengetahui otot-otot dan persarafan motoriknya.

4 metode penderajatan kekuatan otot:
a. gerakkan salah satu anggota gerak.
mudah dilaksanakan pasien. dapat dilakukan pada pasien kekurangan tenaga yang ringan.
b. pasien diminta menggerakkan anggota geraknya dan pemeriksa menahan gerakan yg dilaksanakan pasien.
cocok pada pasien dg kekurangan tenaga ringan sampai sedang.
c. pasien diminta melakukan gerakan ke arah yang melawan gaya tarik bumi dan pemeriksa mengarah ke jurusan gaya tarik bumi. cocok menilai tenaga otot yg sangat kurang.
d. inspeksi dan palpasi gerakan otot.untuk menilai kekuatan otot masseter dan otot temporalis.
jika metode a dan b kurang cocok dilaksanakan.

DERAJAT KEKUATAN OTOT:
5-->100% : apabila gerakan volunter melawan gaya tarik bumi dan dengan penahan penuh masih dapat dilakukan.
4.-->75% : apabila gerakan volunter melawan gaya tarik bumi masi bisa dilakukan dengan penahan sedang.
3-->50% : gerakan volunter melawan gaya tarik bumi tanpa penahan.
2.-->25% : jika gaya tarik bumi tereleminasi. otot2 fleksor lengan bawah dapat menekukkan lengan di sendi siku bila lengan bawah sudah sudut 90 derjat terhadap lengan atas pada pasien yg diperiksa telentang.
1.-->10% terdapat sedikit kontraksi.
0%  tidak timbul kontraksi otot.

gerakan volunter dinilai secara umum:
a. rectus kapitis anterior,posterior mayor/minor dan trapezius.
b. elevasi dan abduksi dari skapula penggeraknya otot2 trapezius,deltoid,supraskapular,dan seratus interior

c. fleksi di sendi siku. otot2: bisep,brachial,brakioradial.


d. fleksi di sendi pergelangan. otot-otot: musculus fleksor karpi radialis, dan ulnaris

e. ekstensor (dorsofleksi) di sendi pergelangan. penggerak utamanya: otot ekstensor karpi radial longus/brevis, ekstensor karpi ulnar, dan ekstensor digitorum komunis.

f. mengepal dan mengembangkan jari-jari tangan
penggerak utama: otot-otot tangan fleksor digitorum dan ekstensor digitorum dan dibantu otot-otot interoseidorsal dan valor.
g. fleksi di sendi panggul
h. ekstensi di sendi panggul. penggerak utamanya otot gluteus maksimus

i. ekstensi di sendi lutut. musculus kuadriseps femoris.


j. fleksi di sendi lutut. otot bisep femoris
k. dorsofleksi di sendi pergelangan kaki dan dorsofleksi jari-jari kaki. otot tibialis anterior dan otot-otot ekstensor jari-jari kaki.


l. plantarfleksi kaki dan jari-jari kaki. m. gastroknemius,soleus,peroneus,dan fleksor longus.


PENILAIAN KEKUATAN OTOT:
5 : normal
4 : dapat melawan pemeriksa tapi lemah
3 : dapat melawan gravitasi tetapi tidak dapat melawan pemeriksa
2 : dapat diseret tetapi tidak bisa melawan gravitasi
1 : ada gerakan-gerakan fokal/gemetar dsb.
0 : lumpuh



Thursday, October 10, 2013

NUTRISI KLINIK

Kebutuhan Nutrisi pada Stres Metabolik
  1. sepsis
  2. trauma (luka bakar)
  3. tindakan bedah
=>Terjadi perubahan metabolisme tubuh akibat penyakit berat. stress fisiologik akibat hipermetabolisme yang menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi.

Perlu dukungan nutrisi yang adekuat utk mengurangi mortalitas. dengan langkah :
  • penilaian status gizi utk mengetahui keadaan umum pasien
  • penilaian stres metabolik utk mengetahui perubahan metabolisme akibat penyakitnya (pem. lab : ekskresi nitrogen urea urin, KGD, asam laktat plasma,glukosa dan respiratory quotient)
  • penentuan kebutuhan nutrisi dan metode pemberian (kebutuhan nutrisi ditentukan dg menghitung : kalori basal+faktor stres akibat penyakit+aktivitas fisik dari spesific dynamic action makanan)

daftar penyakit sistem pencernaan yang harus dipelajari

1.MULUT

  1. labio dan palatoschisis
  2. mikrognatia dan makrognatia
  3. leukoplakia
  4. candidiasis
  5. mouth ulcers (aphtous, herpes)
  6. glossitis
  7. sialolithiasis


2. ESOPHAGUS
  1. atresia esophagus
  2. achalasia
  3. corrosive lesions of esophagus
  4. varises esophagus
  5. rupture esophagus
  6. reflux esophaghitis
3. DIAPHRAGMA
  1. hernia diafragmatika
  2. hiatus hernia
4. DINDING ABDOMEN DAN HERNIA
  1. hernia inguinalis, direct dan indirect
  2. hernia femoralis
  3. hernia epigastrik
  4. hernia insisional
  5. hernia umbilikal
5. ACUTE ABDOMEN 
  1. peritonitis
  2. abscess in pouch of douglas
  3. ileus
  4. perforation
  5. salphigitis
  6. appendicitis akut
  7. appendicular abscess
  8. mesenteric lymphadenitis
6. LAMBUNG DAN DUODENUM
  1. gastritis
  2. ulkus peptikum/ulkus duodenum
  3. perdarahan saluran cerna
  4. zollinger-elison syndrome
  5. mallory-weiss syndrome
  6. gastroenteritis
7. JEJUNUM , ILEUM
  1. intestinal atresia
  2. meckel's diverticulum
  3. umbilical fistula, omphalocoele gastroschisis
  4. malrotation
  5. regional enteritis
8. COLON
  1. irritable bowel syndrime
  2. necrotizing enterocolitis
  3. diverticulosis/diverticulitis
  4. colitis
  5. rectal, anal prolapse
  6. proctitis
  7. hemorrhoids
  8. peri anal abscess
  9. fistula
  10. anal fissure
9. HEPAR
  1. fatty liver
  2. hepatitis
  3. chirrhosis hepatic
  4. amoebic liver abscess
  5. liver failure
  6. hepatoma
10. EMPEDU DAN PANKREAS
  1. chole (docho) lithiasis
  2. acute cholecystitis
  3. hydrops of gall bladder
  4. empyema of gall bladder
  5. pancreatitis
11. PROTOZOAL INFECTIONS
  1. amebiasis
  2. giardiasis
  3. cryptosporidiasis
  4. isosporiasis
  5. cyclosporiasis
  6. blastochistosis
12. WORM INFECTIONS
  1. hookworm diseases
  2. strogyloidiasis
  3. ascariasis
  4. trichuriasis
  5. oxyuriasis
  6. schistosomiasis
  7. taeniasis
  8. fasciolopsiasis
13. BACTERIAL INFECTION
  1. shigellosis
  2. cholera
14. VIRAL INFECTION
  1. rotavirus
  2. virus hepatitis
15. NEOPLASMA GASTROINTESTINAL
  1. benign polyps
  2. squamous cell carcinoma
  3. adenocarcinoma
  4. carcinoid tumor
  5. lymphoma
LIVER
  1. liver cell adenoma
  2. hepatocellular carcinoma
  3. cholangiocarcinoma
PANCREAS
  1. carcinoma of the pancreas
PEDIATRICS
  1. esophageal atresia
  2. intestinal atresia
  3. anal atresia
  4. diafragmatic hernia
  5. pyloric stenosis
  6. gastro-esophageal reflux
  7. gastroenteritis
  8. worms
  9. dehydration
  10. malabsorbtion
  11. food intolerance
  12. acute abdomen
  13. ileus
  14. peritonitis
  15. intussussception
  16. malrotation
  17. umbilical hernia
  18. merckell's diverticulum
  19. crohn's disease
  20. ulcerative colitis
  21. hirschprung's disease
  22. biliary atresia
  23. hepatitis
  24. reye's syndrome
  25. chirrhosis of the liver
  26. food allergy
GIZI KLINIK
  1. kebutuhan nutrisi pada stress metabolik
  2. prinsip penatalaksanaan nutrisi klinik
  3. prinsip pemberian nutrisi enteral dan parenteral
  4. prinsip monitoring dan evaluasi asuhan nutrisi di klinik

well................that's all maybe.
good luck for block 13 examination test.
hope all of us can pass this block. amiin.. :-)